Berita Batola

Terancam Disegel, PT Daya Mitra Berencana Bayar Denda Lima Tower Selular Ilegal di Batola

PT Daya Mitra pemilik Base Transceiver Station (BTS) liar atau berdiri tanpa dilengkapi izin resmi sebanyak 5 buah tersebar di Kecamatan Alalak

Terancam Disegel, PT Daya Mitra Berencana Bayar Denda Lima Tower Selular Ilegal di Batola
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
PERWAKILAN PT Daya Mitra pemilik lima pemilik Base Transceiver Station (BTS) liar mendatangi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batola, Rabu (31/10/18) lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - PT Daya Mitra pemilik Base Transceiver Station (BTS) liar atau berdiri tanpa dilengkapi izin resmi sebanyak 5 buah tersebar di Kecamatan Alalak, Mandatana dan Kecamatan Kuripan akan membayar denda per satu tower Rp50 juta ke kas daerah kabupaten setempat.

“Iya PT Daya Mitra dalam proses untuk pembayaran denda Rp50 juta per tower untuk lima BTS liar. Ini terus kami pantau pembayaran dendanya,” kata Kabid Tehnologi, Informasi dan Komunikasi Irfan Rahmadi Dinas Kominfo Batola, Minggu (4/11/18).

Menurut Irfan, pada 7 Oktober ini dinas Kominfo Batola akan mematikan jaringan selular lima BTS liar milik PT Daya Mitra.

“Iya lima BTS liar PT Daya Mitra akan kita segel dan kita matikan jaringan selularnya. Namun, PT Daya Mitra datang ke DPMPTSP) Kabupaten Batola memohon agar jaringan selular mereka untuk tidak dimatikan,” katanya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Trans7 MotoGP Malaysia 2018 di Sirkuit Sepang Minggu (4/11) Race Dimajukan

Baca: Jadwal dan Link Live Streaming Trans7 MotoGP Malaysia 2018, Marquez Kena Penalti Rossi Terdepan

Baca: Live Streaming Trans 7! Live Streaming MotoGP Malaysia 2018 di Sirkuit Sepang Mulai Pukul 12.00 Wib

Dijelaskannya, PT Daya Mitra datang ingin mengajukan permohonan keringanan sanksi administratif. Namun sesuai dgn aturan, Perda No 5 Tahun 2014 tidak mengatur tentang keringanan sanksi.

“Jadi permohonan nya tidak bisa dipenuhi dan diwajibkan membayar sanksi sesuai perda,” katanya.

Seperti diketahui, ada 10 BTS liar yang bermunculan di Batola. Dari 10 BTS liar itu dua BTS liar itu sudah membayar denda. Para pemilik BTS liar itu di antaranya, PT Daya Mitra sebanyak 5 buah tersebar di Kecamatan Alalak, Mandatana dan Kecamatan Kuripan. Lalu, dua tower BTS liar milik PT Tower Bersama Group yang tersebar di Kecamatan Tabukan dan Kecamatan Baramabai. Kemudian, tower BTS liar milik PT Protelindo 1 sebanyak 1 buah di Kecamatan Wanaraya dan satu buah tower BTS liar milik PT Gihon di Kecamatan Wanaraya. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved