Ekonomi dan Bisnis

Swasta, Profesional Hingga Pensiunan pun Bisa Ajukan KPR

Bank Kalsel memiliki produk kredit pemilikan rumah (KPR) baik untuk segmen komersil maupun KPR bersubsidi dengan fasilitas Fasilitas Likuiditas

Swasta, Profesional Hingga Pensiunan pun Bisa Ajukan KPR
banjarmasinpost.co.id/acm
Bank Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bank Kalsel memiliki produk kredit pemilikan rumah (KPR) baik untuk segmen komersil maupun KPR bersubsidi dengan fasilitas Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah.

Tak hanya para pegawai atau karyawan dengan kategori fix income, namun nasabah calon debitur non fix income pun bisa mengajukan KPR di Bank Kalsel.

Termasuk dari kalangan pegawai swasta, pengusaha, profesional hingga pensiunan.

Kepala Bagian Pemasaran Bank Kalsel Cabang Utama, Ariesta Budi menjelaskan, persyaratan dasar pengajuan KPR di Bank Kalsel diantaranya identitas termasuk KTP, NPWP, KK, pas foto calon debitur dan beberapa dokumen lainnya.

Baca: Kejanggalan Sebelum Pretty Asmara Meninggal Dunia Diungkap Kuasa Hukum: Ada Orang Mondar Mandir

Baca: Penyebar Hoax Video Pesawat Lion Air JT-610 Jatuh di Perairan Karawang Ditangkap Polisi

Baca: Video Bocoran Soal TKP di Tes SKD yang Dianggap Sulit Usai Tahapan Seleksi Administras CPNS 2018

Namun untuk segmen wirausaha dan profesional, ada syarat lainnya yang dibutuhkan yaitu informasi keuangan terakhir termasuk laporan laba rugi usaha yang dijalankan dan dokumen perizinan usaha atau praktek.

Tidak ada pertimbangan khusus terkait bidang usaha maupun profesi yang menjadi syarat pertimbangan, namun lebih dipengaruhi pada riwayat pendapatan dan keuntungannya.

"Semua dokumen termasuk laporan keuangan tentu akan dilakukan crosscheck oleh kami saat berada di lokasi survei," kata Ariesta Budi.

Menurutnya, segmen pegawai dengan fix income memang memiliki kemungkinan lebih besar mendapatkan plafond kredit yang lebih besar dibanding calon debitur non fix income dengan rata-rata penghasilan yang sama.

Apalagi jika payroll calon debitur dikelola oleh Bank Kalsel.

Terlihat perhitungan bank terhadap rasio cicilan KPR untuk segmen ini bisa lebih besar mencapai 70 hingga 80 persen dari gaji calon debitur, sedangkan karyawan lainnya berada di kisaran 60 hingga 70 persen saja.

Untuk ukuran pendapatan calon debitur, seperti Bank lainnya Bank Kalsel arahkan calon nasabah dengan pendapatan maksimal Rp 4 juta perbulan untuk memilih KPR bersubsidi, namun jika penghasilan di atas nilai tersebut diarahkan untuk KPR komersil. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved