Berita Kabupaten Banjar

Ketika Korps Seragam Cokelat Banjar Turun Gunung, Rela Berkeringat Hanya untuk Ini

Jaksa dari Kejaksaan Negeri Banjar, pun rela berkeringat hanya untuk memboyong barang tersebut ke rumah warga.

Istimewa
Warga semringah menerima motornya yang diantarkan oleh Kasi Pengelolaan Barbuk dan Barang Rampasan Kejari Banjar Andi Akbar Subari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Jaksa memang aparatur pemegang pedang hukum. Namun aktivitas korps berbaju cokelat yang ada di Bumi Barakat atau Kabupaten Banjar, tak sekadar sibuk beracara di meja hijau, tapi juga berempati tinggi terhadap orang-orang yang bersentuhan dengan hukum.

Antara lain wujud empati itu yakni mengantarkan atau memulangkan barang bukti (barbuk) kepada pemiliknya.

Jaksa dari Kejaksaan Negeri Banjar, pun rela berkeringat hanya untuk memboyong barang tersebut ke rumah warga.

"Umumnya adalah barbuk berupa kendaraan roda dua yang menjadi objek tindak pidana seperti kendaraan yang dicuri atau kendaraan dalam kasus kecelakaan lalu lintas," tutur Kasi Pengelolaan Barbuk dan Barang Rampasan, Kejari Banjar, Andi Akbar Subari, Rabu (7/11).

Baca: SEDANG BERLANGSUNG - Barito Putera U-19 Vs Sriwijaya FC, Babak I Barito Tertinggal 0-1, Gol M Ridwan

Kendaraan-kendaraan tersebut diantarkan ke rumah pemiliknya setelah perkara pidana yang menyertai telah mendapat vonis pengadilan dan telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Pengantaran kendaraan roda dua tersebut merupakan kegiatan baru di lingkungan Kejari Banjar yang mulai dilakukan sejak tiga bulan lalu. "Sejak saya mulai bertugas di sini," ucap Andi.

Baca: Jadwal Persib Bandung di 5 Pertandingan Terakhir Liga 1 2018 : Persib vs PSMS Live di Indosiar

Ia menuturkan kurang nyaman melihat kendaraan-kendaraan perkara pidana yang telah inkrah teronggok di halaman belakang Kejari Banjar. Apalagi di amtaranya ada yang telah inkrah cukup lama sejak tahun 2012.

Jika terus dibiarkan tentu bakal menjadi besi tua dan fisik kendaraan bermotor tersebut lekas rusak karena tiap hari terbakar panas matahari atau terhunjam air hujan. Selain itu, lama-kelamaan juga bakal menyebabkan halaman kantor menjadi sesak.

"Saya juga heran mengapa selama ini pemilik kendaraan-kendaraan itu terkesan enggan mengambilnya. Karena itu lah kemudian saya berpikir untuk mengantarkannya kepada para pemiliknya," tutur Andi.

Baca: Pendaftar 4.416 Orang Tapi yang Lolos SKD CPNS Cuma 42 Peserta, Pemda Ngemis ke Pusat Minta Ini

Lumayan banyak kendaraan bermotor yang telah dipulangkan. Dari semula sebanyak 40 unit kendaraan yang mangkrak di halaman, sekarang tinggal tersisa tujuh unit.

Lokasi pengantaran tak cuma di wilayah Kabupaten Banjar saja, tapi hingga ke luar daerah. Di antaranya ke wilayah Kota Banjarmasin.

"Yang di Kabupaten Banjar pun juga ada yang lumayan jauh lokasinya seperti di wilayah Kecamatan Simpangempat. Ada juga kami mengantarkan hingga ke Pematang, Gambut. Kalau yang di Banjarmasin seperti di kawasan Pal 6 dan Pekauman," beber Andi.

Ia mengaku lega telah memulangkan sebagian besar kendaraan bermotor tersebut. Apalagi respons warga (pemilik kendaraan) sangat antusias dan teramat senang karena tak perlu repot-repot lagi mengambil ke kantor Kejari Banjar di Martapura. (roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved