Dua Pegulat Kalsel Banggakan Indonesia

Pegulat putri Kalimantan Selatan, Nastrunicu Roxana Andrea mampu bikin Indonesia bangga.

Dua Pegulat Kalsel Banggakan Indonesia
Istimewa
Pegulat Kalsel, Natrusnicu Roxana Andreea. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pegulat putri Kalimantan Selatan, Nastrunicu Roxana Andrea mampu bikin Indonesia bangga.

Tampil membela Indonesia di Kejuaraan Gulat Asia Tenggara dilaksanakan di Manila, Filipina 7-13 November 2018, Roxana yang tampil bertarung di kelas gaya bebas putri kelas 72 kilogran sukses menyabet medali emas.

Perolehan medali emas yang diperoleh Roxana tersebut sunggu diluar dugaan, karena sebelummya Roxana lama tidak berlatih pasca melahirkan.

Selain Roxana hasil gemilang juga diperoleh pegulat Kalsel lainnya, Fahriasnyah. Fahriansyah yang gagal memperoleh medali di Asia Paragames Indonesia 2018, sukses meraih medali emas gulat bebas putra kelas 86 kilogram.

Baca: Link Live Streaming RCTI & Jadwal Timnas Singapura vs Indonesia di Piala AFF 2018

Baca: Ini Kronologi & Rekaman Percakapan Pilot Lion Air JT 610 yang Jatuh, Kotak Hitam Ditemukan

Baca: Jawaban Menohok Direktur BIN Soal Tudingan Ada Peran Intelijen Saat Habib Rizieq Diamankan

Ryan mengatakan, keberhasilan tersebut karena termotivasi kegagalannya ketika membela Indonesia di Asia Paragames Indonesia 2018.

"Waktu di Asia Paragames saya langsung bertemu pegulat Olympiade", kata Fahriansyah.

Terpisah Roxana mengatakan, keberhasilannya latihan dan persiapan sebelum mengikuti kejuaraan Gulat Asia Tenggara. "Saat nama saya dipanggil saya sudah menyiapkan diri", kata Roxana.

Zakly Asswan Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kalsel melalui Sekretaris PGSI Kalsel, Agus Pebrianto mengatakan, keberhasilan Roxana dan Ryan adalah merupakan bentuk eksistensi Pemprov PGSI Kalsel yang di unggulkan di daerah ataupun di tingkat nasional.

Keberhasilan tersebut adalah merupakan ukuran prestasi atlit yg selama ini sudah berlatih secara disiplin dan rutin, tanpa kesadaran disiplin yg tinggi tidak akan mungkin atlit akan berhasil, ini juga merupakan evaluasi Pengprov PGSI untuk meningkatkan intensitas pertandingan di kancah Nasional maupun internasional dengan membiasakan diri bertanding di skala ASEAN kemudian baru di Skala ASIA, untuk menambah pengalaman dan meningkatkan mentalitas atlit.

Baca: Respons Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Menyoal Dugaan Curi Start Kampanye Pilpres 2019

Baca: Pasien Panik Hingga Digendong ke Luar RS Saat Gempa Bumi 5,2 SR Guncang Mamasa

Keberhasilan ini juga diharap berdampak positif terhadap motivasi atlit daerah untuk mengikuti langkah Roxana dan Fahriansyah.

"Harapannya untuk jangka pendek adalah memperoleh hasil terbaik di Kejurnas U23 di bulan Desember 2018 di Jawa Tengah, Kejurnas Senior di Bulan Februari 2019, dan lolos setiap kelas di Pra PON 2019", kata Zakly Asswan.

Pada Kejuaraan Gulat Asia Tenggara tersebut Indonesia mengirim 13 . Indonesia sendiri sekarang telah memperoleh tujuh medali emas yang didapat melalui Nastrunicu Roxana Andrea kelas gaya bebas 72 kg putri dan Fahriansyah gaya bebas kelas 86 kg, Mutia Ayuningsih bebas kelas 59 kg putri, Puji Pratyo di gaya bebas 57 kg putra, Arief Suro Dinoyo di gaya grego kelas 72 kg putra, Lulut Gilang di gaya Grego kelas 82 kg, Agus Fajar di gaya Grego kelas 87 kg.

Medali perak diperoleh Aifiya Kurniawati gaya bebas 66 kg putri, serta perunggu disabet Shinta Eka Arfend gaya bebas kelas 55 kg.

(banjarmasinpostgroup/burhani yunus)

Penulis: Burhani Yunus
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved