Berita Batola

Warga Belandean Pernah Minta Bantu BKSDA Kalsel Usir Ratusan Monyet 2016 Silam, Tak Ditanggapi

“Yaa Hampir semua tanaman baik di sawah, hasil perkebunan kebun dan ladang warga habis tak tersisa disantap monyet"

Warga Belandean Pernah Minta Bantu BKSDA Kalsel Usir Ratusan Monyet 2016 Silam, Tak Ditanggapi
SEKDES BELANDEAN UNTUK BPOSTGROUP
Warga Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola ramai-ramai melihat monyet yang masuk kandang jebakan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Warga Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola ternyata pernah minta bantuan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalsel, untuk membasmi ratusan monyet yang menyerang kebun dan ladan pertanian mereka.

“Yaa Hampir semua tanaman baik di sawah, hasil perkebunan kebun dan ladang warga habis tak tersisa disantap monyet. Saya pernah mengantar proposal ke kantor BKSDA Kalsel tahun 2016 silam di Mandi Angin, minta bantuan atasi monyet. Di dalam proposal itu lengkap KTP dan tanda tangan warga Belandean mohon petunjuk, arahan dan bantuannya untuk mengusir monyet. Tapi sekarang belum ada respon,” kata Sekretaris Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola, Iwan, Jumat (9/11/18).

Baca: Pria Misterius Diduga Ingin Membakar Rumah Di Sungai Andai. Saniah: Masih Belum Jelas Modusnya 

Sementara itu, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalsel, akan segera berkonsultasi dengan Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), terkait keresehan warga Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola yang dibuat tidak bisa tidur oleh ratusan monyet yang menyerang kebun dan ladang pertanian mereka.

Warga Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola ramai-ramai melihat monyet yang masuk kandang jebakan.
Warga Desa Belandean, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola ramai-ramai melihat monyet yang masuk kandang jebakan. (SEKDES BELANDEAN UNTUK BPOSTGROUP)

“Kita akan konsultasikan ke Dirjen KSDAE soal keluhan warga Desa Belandean tersebut,” kata

Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalsel, Mahrus Aryadi.

Menurut Mahrus, kalau kondisi serangan monyet itu sudah menjadi hama, maka tak ada pilihan lain, yakni ratusan monyet itu harus dipindahkan. BKSDA Kalsel akan segera melapor ke Dirjen KSDAE karena jumlah monyet yang menyerang kebun dan pertanian Desa Belandean itu cukup banyak.

“Kemungkinan kita akan memindah monyet itu memakai perangkap untuk dipindahkan ke lokasi lain,” katanya.

Menurutnya, jika monyet-monyet yang menyerang kebun dan pertanian warga mencapai ratusan, maka lebih baik membuat jebakan besar.

Baca: Sahabat Maria Ozawa Ungkap Petugas Imigrasi Ikut Pesta Miras di Acara Ultah dan Lakukan Ini

Keberadaan monyet sampai menyerang perkebunan dan pertanian warga itu sebenarnya karena habitat monyet itu terganggu.

“Manusialah yang menganggu habitat monyet sehingga monyet pun mencari makan di luar habibat mereka,” katanya.

Secara logika, sambung Mahrus, monyet tak akan menganggu kehidupa manusia selama kehidupan monyet tidak terganggu. Saat developer membangun rumah, maka akan terjadi penebangan dan saat akan membangun jalan, maka akan terjadi pembukaan lahan.

“Makanan monyet terbatas sehingga mau tak mau harus mencari makanan terdekat, seperti kebun dan pertanian warga. Sifat binatang itu akan merusak, selama habitatnya dirusak. Silahkan warga lapor ke call center BKSDA Kalsel, 0812-48494950. Siapa saja saja boleh melapor tentang kondisi konfik satwa dengan manusia,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved