Berita Tanahbumbu

Api berasal dari Genset, Tak Ada Barang yang Bisa Diselamatkan

Kebakaran yang menimpa rumah makan Lesehan Pagatan Kecamatan Kusan Hilir Tanahbumbu, meninggalkan puing-puing dan sebagian kayu bangunan

Api berasal dari Genset, Tak Ada Barang yang Bisa Diselamatkan
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Kebakaran terjadi saat listrik sedang padam di rumah makan Lesehan 7 Februari Pagatan Kecamatan Kusan Hilir Tanahbumbu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kebakaran yang menimpa rumah makan Lesehan Pagatan Kecamatan Kusan Hilir Tanahbumbu, meninggalkan puing-puing dan sebagian kayu bangunan yang sempat dipadamkan.

Beruntung, api tak sempat menjalar sebab di sisi kanan dan belakangnya merupakan bangunan beton yang cukup tinggi.

Hj Rasidah pemilik rumah dan lesehan itu tak kuasa menahan air mata saat tiba di depan rumahnya.

Api terus membakar hingga habis.

Tak ada yang bisa diselamatkan termasuk barang-barang berharganya.

Namun dia bersyukur, sebab anaknya yang menjaga warung makan dan dua pegawainya itu selamat.

Baca: Si Jago Merah Amuk Rumah Makan Lesehan Pagatan, Mobil Pemadam Mogok, Api Lambat Dipadamkan

Baca: Masih Berseteru dengan Dewi Perssik, Rosa Meldianti Bicara Masalah Karma

Baca: Respons Presiden Jokowi Saat Sebutan Politik Genderuwo Dapat Kritik Jelang Pilpres 2019

Baca: Akun Ini Sebut 3 Syarat Peserta Gugur Tes SKD Bisa Lolos di Tes CPNS 2018

Dia tetap bersyukur karena apa yang dialaminya itu adalah ujian dari Allah SWT yang dititipkan kepadanya.

"Sudah begini tidak ada yang bisa disalahkan. Yang terpenting semuanya selamat dan tidak ada korban jiwa," kata Hj Rasidah.

Dia juga mengatakan saat kejadian sedang keluar dan tiba-tiba mendapatkan telepon dari anaknya yang tidak begitu jelas.

Setelah itu, langsung pulang dan melihat rumahnya sudah dikepung api.

Dari informasi anaknya, dia mengatakan saat kejadian listrik masih padam.

Saat itu, datang pelanggan yang jumlahnya cukup banyak dan banyak yang pesan ikan bakar.

Sebab itu, genset yang ada di rumah bagian belakang itu dihidupkan untuk membantu mengipas dengan kipas angin agar bara api saat membakar ikan bisa lebih cepat.

Namun tak berapa lama, ada yang melihat dan menyampaikan kepada anaknya yang saat itu membakar ikan bahwa ada api di belakang rumah.

Bergegas melihat ternyata genset yang sudah menyala di bagian belakang rumah itu.

Sementara kayu yang ada di belakangnya sudah ikut terbakar.

"Kemungkinan gensetnya yang terbakar dan membakar kayu dengan cepat karena rumah kami memang terbuat dari kayu semua," katanya.

Dia tidak menyesalkan itu, dia hanya bersyukur karena anak-anaknya selamat.

"Kalau berbicara kerugian, kisarannya mungkin mencapai 300 juta. Melihat keadaan itu, ya kami tak bisa berbuat apa-apa. Intinya tetap bersyukur kami masih diberi keselamatan," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved