Tragedi Kereta Viaduk Surabaya

Dugaan Penyebab Tragedi Kereta Surabaya Membara Terungkap, Polisi Lakukan Olah TKP

Tragedi kereta di Viaduk Jalan Pahlawan saat teater Surabaya Membara, Jumat (9/11/2018) malam memunculkan berbagai dugaan. Khususnya soal penyebabnya

Dugaan Penyebab Tragedi Kereta Surabaya Membara Terungkap, Polisi Lakukan Olah TKP
(surya/ahmad zaimul haq)
Polisi melakukan olah TKP di viaduk Jl Pahlawan lokasi penonton Surabaya Membara jatuh tertubruk kereta yang melintas, Jumat (9/11) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tragedi kereta di Viaduk Jalan Pahlawan saat teater Surabaya Membara, Jumat (9/11/2018) malam memunculkan berbagai dugaan. Khususnya mengenai penyebab terjadinya korban meninggal.

Diketahui ada tiga orang tewas dan sejumlah lainnya luka saat kereta melintas di viaduk Jalan Pahlawan.

Satu dari tiga orang yang tewas kondisinya mengenaskan akibat terlindas kereta rute Sidoarjo-Pasar Turi yang melintas. 

Korban tewas dan terluka tersebar di tiga rumah sakit, yakni RSUD Dr Soewandie, RSUD Dr Soetomo dan Rumah Sakit PHC Surabaya.

Baca: Detik-detik Korban Tragedi Kereta Surabaya Membara Terekam Kamera, Ini Videonya

Baca: KemenPAN RB Janjikan Solusi Bagi Peserta Tak Lolos Tes SKD Karena Passing Grade Tes CPNS 2018

Baca: Tragedi Kereta Surabaya Membara Ungkap 5 Fakta, Teriakan MC Hingga Korban Tak Bisa Menghindar

Sementara satu korban tewas lainnya bernama Erikawati (9) pelajar kelas III SD.

Jenazah korban yang beralamat di Jl Kalimas Barat Surabaya ini akan dibawa ke ke Rumah Duka di Bangkalan Madura.

Sahluki (41) ayah korban mengatakan rencananya jenazah Erikawati (9) akan dibawa ke rumah duka di Parseh, Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan, Madura.

"Ini atas permintaan kakeknya," kata dia.

Dua jenazah korban insiden maut terjatuh dari viaduk saat menonton drama kolosal Surabaya Membara di di Jl Pahlawan tiba di Kamar Jenazah RSUD Dr Soetomo
Dua jenazah korban insiden maut terjatuh dari viaduk saat menonton drama kolosal Surabaya Membara di di Jl Pahlawan tiba di Kamar Jenazah RSUD Dr Soetomo (surya/mohammad romadoni)

Sedangkan ibu Erikawati kini masih dirawat di rumah sakit PHC Jl Perak Surabaya. Dia juga menjadi salah satu korban dan kondisinya patah tulang.

Sahluki (41) tampak  berlinang air mata di hadapan jenazah Erikawati (9).

Halaman
1234
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Surya Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved