Berita Marabahan

Balai Jalan Nasional: Pembersihan Ratusan PKL Buah dan Lapak di Alalak Batola Tak Perlu Ganti Rugi

Satker PJN Wilayah I Kalsel merencanakan akan melebarkan jalan sepanjang 2,5 kilometer di kawasan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola.

Balai Jalan Nasional: Pembersihan Ratusan PKL Buah dan Lapak di Alalak Batola Tak Perlu Ganti Rugi
edi nugroho
RATUSAN anggota Satpol PP Batola mengangkut buah milik Pedagang kaki lima (PKL) buah di jalur hijau Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kecamatan Alalak, kabupaten setempat, Rabu (19/9/18) sekitar pukul 11:00 Wita lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Pembersihan ratusan Pedagang kaki lima (PKL) buah di jalur hijau Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola tak perlu ganti rugi karena para PKL itu memakai tanah negara.

“Jadi tinggal ketegasan dari Pemkab Batola saja untuk menata pintu gerbang Batola di Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kecamatan Alalak yang kumuh karena ratusan PKL. Para PKL pakai jalan negara, jadi tinggal membersihkan saja. Tak perlu ganti rugi,” kata pejabat pembuat komitmen Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Kalsel, Ifansyah, Senin (12/11/2018).

Menurutnya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Kalsel merencanakan akan melebarkan jalan sepanjang 2,5 kilometer di kawasan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola.

“Pemerintah pusat sudah menyetujui anggaran pelebaran jalan untuk 2,5 kilometer di kawasan Handil Bakti, Kecamatan Alalak. Mudah-mudahan Februari 2019, pelebaran jalan kita kerjakan,” kata Ifanyah.

Baca: BKN Umumkan Kisah Peserta CPNS 2018 yang Kontraksi, 60 Menit Jawab Soal dan Lolos Passing Grade

Baca: Tertibkan Pelansir di SPBU Dekat Pasar Hanyar Tapin, Warga Keberatan Beli Bensin di Pengecer

Baca: Masih Ada Peluang! Gugur Tes SKD CPNS 2018, Bisa Lolos ke SKB Asalkan Penuhi Syarat Ini

Menurut Ifansyah, informasinya Kabupaten Batola sudah melakukan pengukuran pembebasan sepanjan 2,5 kilometer sampai Jembatan Griya Pertama. Saat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional menunggu kepastian dari pembebasan lahan sampai kapan selesainya.

“Kita menghendaki pembebasan lahan itu pada November dan Desember ini sudah kelihatan hasilnya. Paling tidak sudah ada negosiasi harga,” tegas Ifansyah.

Ditambahkannya, Kabupaten Batola diharapkan bisa membebaskan lahan dari Km 8,8 sampai mundur ke arah Banjarmasin Km 6,6 Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti Alalak. Diperkirakan, pada awal Februari 2019 ini, komitmen Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI sudah mengerjakan pelebaran jalan sepanjang 2,5 kilometer.

“Tahap kedua pelebaran jalan, yakni mulai Km 6,6 Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti Alalak sampai kawasan ratusan PKL buah tersebut,” tegas Ifansyah. (Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved