Berita Kalteng

Curah Hujan Makin Tinggi Banjir Ancam Kawasan Bantaran Sungai di Kalteng

Sejumlah jalan umum yang ramai dimanfaatkan pengendara tampak tergenang air saat hujan yang mengguyur Palangkaraya dan sejumlah kabupaten di Kalteng.

Curah Hujan Makin Tinggi Banjir Ancam Kawasan Bantaran Sungai di Kalteng
tribunkalteng.com/jumadi
Debit air sungai Barito di Buntok , Berito Selatan, mulai meninggi, diperkirakan musim penghujan puncaknya Desember 2018, sehingga permukiman bantaran sungai rawan terendam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Curah hujan dengan intensitas tinggi, berlangsung di Palangkaraya, Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terkahir sehingga mengakibatkan sejumlah titik di Palangkaraya tergenang air.

Sejumlah jalan umum yang ramai dimanfaatkan pengendara tampak tergenang air saat hujan yang mengguyur Palangkaraya dan sejumlah kabupaten di Kalteng dalam beberapa hari ini, termasuk saat hujan yang terjadi, Senin (12/11/2018).

Kondisi ini sangat mengganggu pengendara yang lewat di jalan yang dalam musim hujan kerap terendam air akibat drainase dalam kota yang buruk, meskipun hujan yang mengakibatkan banjir hanya tergenang sekitar satu hingga dua jam saja, namun sangat merepotkan pengendara."Genangan airnya sampai bikin motorku mogok," ujar Fitri yang kebetulan lewat di lokasi banjir.

Sementara itu, keresahan juga diungkapkan warga Palangkaraya yang menghuni permukiman di bantaran Sungai Kahayan, karena ada indikasi debit air meninggi dan sangat rawan air meluber hingga masuk ke rumah warga dan meredam jalan umum yang ada di pinggiran Sungai Kahayan.

"Memang airnya mulai naik, apalagi Desember 2018 puncak musim hujan, jika terjadi luapan air yang masuk ke dalam rumah, kami akan langsung mengungsi saja, karena rawan binatang buas masuk ke dalam rumah yang banjir," ujar Eros,salah satu warga bantaran sungai.

Baca: Reaksi Ahmad Dhani Saat Ditanya Deddy Corbuzier, Pilih Al Ghazali atau Shafeea, Nyaris Nangis!

Baca: Tindakan Kemenpan-RB pada Peserta CPNS 2018 yang Gugur Massal di Tes SKD CPNS 2018

Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangkaraya, Catur Winarti, mengatakan, mulai Bulan November 2018 ini, cuaca di Kalteng mulai berubah, dan memasuki musim penghujan, dan memang rentan banjir di beberapa titik.

"Saat ini hujan turun belum merata hingga ke seluruh wilayah Kalteng, namun potensi hujan dengan intenditas tinggi sangat mungkin terjadi akhir November hingga Desember 2018," ujarnya yang baru jadi Kepala BMKG Stasiun Tjilik Riwut ini.

Kepala BMKG Stasiun Tjilik Riwut Palangkaraya, ini, meminta kepada warga Kalteng waspada terkait bahaya banjir yang dalam akhir November meningkat, hingga memasuki Bulan Desember 2018 mendatang, karena potensi curah hujan tinggi dan merata.

Dikatakan, disaat curah hujan tinggi ada kemungkinan air sungai juga pasang, sehingga yang paling berpotensi terjadi banjir adalah daerah permukiman dibantaran sungai sehingga perlu kewaspadaan dari warga yang bermukim di bantaran sungai tersebut. (www. banjarmasinpost.co.id/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved