Berita Internasional

Turis Inggris Ini Meregang Nyawa Setelah Digigit Kucing saat Berlibur ke Maroko

Dilansir dari Daily Mail, turis tersebut meninggal setelah kembali ke Inggris usai menjalani liburan di Afrika Utara

Turis Inggris Ini Meregang Nyawa Setelah Digigit Kucing saat Berlibur ke Maroko
net
Ilustrasi: kucing 

BANJARMASINPOST.CO.ID, LONDON - Seorang turis asal Inggris dilaporkan meninggal dunia setelah kembali dari liburan di Maroko. Diduga turis itu menderita rabies akibat gigitan kucing.

Dilansir dari Daily Mail, turis tersebut meninggal setelah kembali ke Inggris usai menjalani liburan di Afrika Utara. Demikian dirilis Dinas Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE) pada Senin (12/11/2018).

PHE menolak memberikan rincian lebih lanjut terkait kasus tersebut. Mereka tidak menyebut identitas korban, termasuk jenis kelaminnya, usia, maupun tempat tinggal mereka di Inggris.

Baca: Jelang Timnas Indonesia Vs Timor Leste Piala AFF 2018, Ini yang Menakutkan dari Timor Leste

Mereka beralasan informasi tersebut merupakan rahasia pasien.

PHE menegaskan bahwa tidak ada risiko bagi publik yang lebih luas, namun mengeluarkan peringatan kepada warga Inggris yang bepergian ke daerah-daerah yang masih berisiko akan penyebaran penyakit itu.

Baca: Hasil Akhir Sriwijaya FC vs Barito Putera di Liga 1 2018 : Skor Akhir 2-0, Jauhi Zona Degradasi

Warga Inggris banyak yang berwisata ke destinasi populer seperti Mesir, Tunisia, dan Turki yang semuanya masuk dalam risiko tinggi penularan rabies dari anjing ke manusia, meski kasus yang melibatkan kucing terbilang jarang.

"Ini menjadi pengingat akan pentingnya tindakan pencegahan yang harus dilakukan orang ketika bepergian ke negara-negara di mana rabies masih banyak terjadi," kata Dr Mary Ramsay, Kepala Imunisasi PHE.

Baca: CPNS 2018 - Formasi Dokter Terkendala Passing Grade, RSUD Sultan Suriansyah Bakal Kekurangan Dokter

"Jika Anda digigit, dicakar, atau bahkan sekadar dijilat oleh binatang, Anda harus mencuci luka atau tempat yang terpapar dengan banyak sabun dan air, serta mencari bantuan medis segera."

"Tidak ada risiko yang lebih luas terhadap publik terkait kasus ini. Tetapi sebagai tindakan pencegahan, petugas kesehatan dan kontak terdekat sedang dikaji dan ditawarkan vaksinasi bila diperlukan," tambahnya.

Inggris telah dinyatakan bebas rabies sejak awal abad ke-20, dengan pengecualian terhadap virus mirip rabies yang disebarkan oleh spesies kelelawar liar.

Namun antara tahun 2000 hingga 2017, lima penduduk Inggris disebut positif terinfeksi rabies dari hewan di luar negeri.

Kasus rabies terakhir yang tercatat di Inggris adalah tahun 2012, yakni pada seorang wanita berusia 50-an tahun yang digigit anjing di Asia Selatan.

Korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Penyakit Tropis di London, namun meninggal dua bulan kemudian.

Berita Ini Juga Ada di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved