Berita Tanahlaut

Terdakwa Pelaku Pencabul Bocah di Tanahlaut Dipidana 10 Tahun Penjara dan Bayar Denda Rp 500 Juta

Helly (60) terdakwa kasus pencabulan bocah berusia 4 tahun di Desa Muara Asamasam, Kecamatan Jorong dipidana selama 10 tahun penjara.

Terdakwa Pelaku Pencabul Bocah di Tanahlaut Dipidana 10 Tahun Penjara dan Bayar Denda Rp 500 Juta
youtube
Ilustrasi pencabulan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Helly (60) terdakwa kasus pencabulan bocah berusia 4 tahun di Desa Muara Asamasam, Kecamatan Jorong dipidana selama 10 tahun penjara dan membayar denda Rp 500 juta. Jika tak sanggup membayar denda diganti pidana penjara selama 6 bulan.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim, Riana Kusumawati didampingi dua hakim anggota, Harries Konstituanto dan Ameilia Sukmasari.

Putusan majelis hakim itu memberatkan terdakwa karena korban pencabulan bocah masih berusia 4 tahun.

Kemudian hal yang lainnya, korban juga akrab dengan terdakwa yang dianggarkan kakeknya, seharusnya melindungi san menjaga korban.

Kemudian korban mengalami trauma pasca pencabulan terlihat takut melihat kakek atau orangtua seusia terdakwa.

Baca: Klasemen Grup B Piala AFF 2018 Usai Hasil Indonesia vs Timor Leste 3-1 & Singapura vs Filipina 0-1

Baca: Jadwal Siaran Langsung (RCTI) Timnas Indonesia vs Thailand di Grup B Piala AFF 2018

Humas Pengadilan Negeri Pelaihari, Boedi Haryantho dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Selasa (13/11/2018) membenarkan.

Menurut Boedi Haryantho, putusan majelis hakim itu sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, yaitu pidana penjara 10 tahun.

"Terdakwa menyatakan menerima putusan tersebut," katanya.

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa, Hj Sunarti dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, membenarkan bahwa putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari terhadap kliennya pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 500 juta.

"Jka tak dapat membayar denda diganti pidana penjara selama 6 tahun. Awalnya terdakwa ingin menyatakan banding. Tapi dengan pertimbangan akhirnya menyatakan menerima," katanya.

Sunarti mengaku memberikan pertimbangan agar terdakwa menerima putusan itu karena usia terdakwa sudah tua dan tidak memiliki kerabat dan keluarga di Desa Muara Asamasam.

Baca: Razia ASN, 41 ASN Kota Banjarmasin Terjaring, Cuma Segini yang Bisa Menunjukkan Surat Tugas

Baca: Satlantas Polres Banjar Temukan Sabu dan Peralatannya Dalam Taksi Colt L300, Amankan Dua Pelaku

Terdakwa Helly ditangkap polisi pada 30 Juli 2018 lalu atas pengaduan orangtua korban yang tidak terima anaknya dicabuli terdakwa.

Anak korban mengeluh sakit saat buang air kecil. Itu membuat orangtua korban curiga dan menanyai anak korban yang mengaku 'dikerjai' terdakwa Helly.
(banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved