Fenomena HIV AIDS di Kabupaten Banjar

Puskesmas Martapura 1 Diklaim Ramah HIV AIDS

Kasus HIV Aids di Kabupaten Banjar menjadi perhatian serius dinas kesehatan Kabupaten Banjar.

Puskesmas Martapura 1 Diklaim Ramah HIV AIDS
istimewa
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kasus HIV Aids di Kabupaten Banjar menjadi perhatian serius dinas kesehatan Kabupaten Banjar. Pada hari Kesehatan Nasional, mencanangkan salah satu puskesmas yang ramah HIV Aids, yakni Puskesmas Martapura 1.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah mengatakan, HIV Aids kini tidak bisa dipandang sebelah mata di Kabupaten Banjar. Melalui pencanangan Puskesmas Martapura 1 sebagai puskesmas ramah HIV Aids maka bisa mengedukasi masyarakatnya atau pengunjung yang berobat, serta tentunya ramah pula bagi penderita HIV Aids.

"Dengan pencanangan ini, maka untuk kasus-kasus HIV Aids di Kabupaten Banjar, khususnya di Martapura bisa ditangani," ucap Ikhwansyah.

Kabupaten Banjar menduduki peringkat keempat angka tertinggi kasus HIV Aids setelah Tanahbumbu, Banjarmasin dan Banjarbaru. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Thaufiq.

Baca: 3 Orang Meninggal Dunia, Kabupaten Banjar Tertinggi HIV/AIDS Keempat di Kalsel

Baca: BKN : Kebijakan Baru untuk Tes CPNS 2018 Pasca Peserta Banyak Tak Lolos Passing Grade

Baca: Sandiaga Uno Dituntut Minta Maaf Usai Langkahi Makam Pendiri NU Jelang Pilpres 2019

Baca: Penjelasan Jacksen F Tiago Usai Barito Putera Kalah di Kandang Sriwijaya FC Liga 1 2018

Baca: Klasemen & Jadwal Liga 1 2018 Pekan 31 - PSM vs Persija, PSIS vs Persib, Persela vs Arema FC

Dia menjelaskan, jumlah kasus HIV Aids di Kabupaten Banjar dari tahun 2005 sampai 2018 sebanyak 138 kasus, terdiri dari HIV ada 105 orang dan Aids sebanyak 35 orang dan yang sudah meninggal dunia ada tiga orang. Orang dengan HIV Aids (Odha) di Kabupaten Banjar sebanyak 117 orang terdiri dari HIV ada 102 orang dan dalam kondisi Aids ada 15 orang.

Temuan kasus di 2017 sebanyak 36 orang, terdiri dari 30 orang HIV dua orang TB HIV, dan empat orang Aids. Sedangkan temuan pada 2018 ini sebanyak 25 orang, terdiri dari 20 orang HIV, satu orang ibu hamil HIV, tiga orang TB HIV dan satu orang AIDS.

"Kalau jenis kelamin, HIV lebih banyak pria dibanding perempuan antara 61 banding 32 dan tidak diketahui ada 12 orang, sehingga total ada 105 orang. Demikian juga dengan AIDS lebih banyak pria dibanding perempuan yakni antar 23 banding 10, total 33 orang," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved