Fenomena HIV AIDS di Kabupaten Banjar

Thaufiqkkurrahman : Banyak Penderita HIV-AIDS yang Belum Terdeteksi

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mensinyalir masih banyak penderita HIV Aids di Kabupaten Banjar yang belum terdeteksi.

Thaufiqkkurrahman : Banyak Penderita HIV-AIDS yang Belum Terdeteksi
banjarmasin post group/ hasby suhaily
Thaufiqkkurrahman Sebut Masih Banyak Belum Terdeteksi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mensinyalir masih banyak penderita HIV Aids di Kabupaten Banjar yang belum terdeteksi.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Thaufikkurrahman mengatakan, pihaknya gencar melakukan pendekatan-pendekatan kepada kelompok komunitas-komunitas.

"Memang ada peningkatan untuk kasus HIV Aids di Kabupaten Banjar, melihat data sejak 2005 ada ditemukan HIV Aids. Oleh sebab itulah kami lebih mendekatkan layanan dengan adanya puskesmas ramah HIV, dengan tujuan untuk pendekatan pada kelompok-kelompok komunitas transgender," katanya.

Dia menjelaskan, kalau melihat dari segi sumber daya manusia maka di Puskesmas Martapura 1 yang dicanangkan sebagai puskesmas ramah HIV ini sudah siap. Setiap tahunnya untuk HIV Aids ini fluktuatif jumlahnya yang berobat, tergantung bagaimana cara pendekatan terhadap kelompok risiko tinggi.

Baca: Kemenpan RB dan BKN Siapkan Kebijakan Baru Sikapi Tak Lolos Passing Grade Peserta CPNS 2018

Baca: Sang Papi Ikut Menemani Para Kupu-kupu Malam Menawarkan Diri di Keremangan Lorong Pasar

Baca: Sandiaga Uno Dituntut Minta Maaf Usai Langkahi Makam Pendiri NU Jelang Pilpres 2019

Ditegaskannya, pihaknya bukan menekan tetapi menggali seberapa banyak kasus HIV Aids yang belum terdeteksi dengan cara melakukan pendekatan terhadap kelompok resiko tinggi tersebut.

Mengingat kasus HIV Aids seperti fenomena gunung es, tampak sedikit diatasnya tetapi ditingkat bawah tidak menutup kemungkinan bisa lebih banyak dari data yang ada.

"Begitu kami temukan, maka diobata agar minum obat pencegahannya. Penderita ini samahalnya orang sehat biasa, kondisi seperti itulah yang dipertahankan agar tidak drops status Aids, karena stamina dan daya tahan tubuhnya menurun drastis," imbuhnya.

Dirinya menghimbau masyarakat di Kabupaten Banjar agar berani memeriksakan diri, sesuai tema peringatan Hari HIV Aids Desember mendatang yakni Saya Berani Saya Sehat.

Baca: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste Piala AFF 2018, Gavin Kwan Dimainkan Pelatih

Baca: Jadwal Hong Kong Open 2018 Selasa (13/11), Marcus/Kevin, Jonatan Cristie, Ginting, Owi Main

Jumlah kasus HIV Aids di Kabupaten Banjar dari tahun 2005 sampai 2018 sebanyak 138 kasus, terdiri dari HIV ada 105 orang dan Aids sebanyak 35 orang dan yang sudah meninggal dunia ada tiga orang.

Orang dengan HIV Aids (Odha) di Kabupaten Banjar sebanyak 117 orang terdiri dari HIV ada 102 orang dan dalam kondisi Aids ada 15 orang.

Temuan kasus di 2017 sebanyak 36 orang, terdiri dari 30 orang HIV dua orang TB HIV, dan empat orang Aids. Sedangkan temuan pada 2018 ini sebanyak 25 orang, terdiri dari 20 orang HIV, satu orang ibu hamil HIV, tiga orang TB HIV dan satu orang AIDS.

"Kalau jenis kelamin, HIV lebih banyak pria dibanding perempuan antara 61 banding 32 dan tidak diketahui ada 12 orang, sehingga total ada 105 orang.

Demikian juga dengan AIDS lebih banyak pria dibanding perempuan yakni antar 23 banding 10, total 33 orang," kata Taufiqqurrahman. (banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved