CPNS 2018

Ujian Ulang Tes SKD CPNS 2018 Digelar Imbas Banyak Peserta Tak Lolos? Ini Penegasan Menpan-RB

Penegasan diberikan Menpan RBsoal ujian ulang tes SKD CPNS 2018 meski banyaknya peserta CPNS 2018 yang tak lolos

Ujian Ulang Tes SKD CPNS 2018 Digelar Imbas Banyak Peserta Tak Lolos? Ini Penegasan Menpan-RB
banjarmasin post group/ edi nugroho
SITUASI sebelum pelaksanaan tes CPNS sistem Computer Assisted Test (CAT) UNBK atau memijam fasilitas Kemendikbuddi SMKN 1 dan SMAN 1 Marabahan, Senin (5/11/18) lalu. 

"Cuma mungkin saja nanti ada cara bahwa yang kita butuh 200.000 lebih. Pokoknya berapa yang terbaik daripada 200.000 itu, itu yang diterima," kata Kalla.

"Tidak ada formasi yang kosong. Kita ingin turunkan jumlah pegawai negeri dengan cara itu (menetapkan passing grade) karena itu (jumlah PNS) berlebihan," lanjut dia.

Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) memastikan akan membuat kebijakan baru untuk mengantisipasi banyaknya peserta CPNS 2018 yang tak lolos dalam tahap seleksi kompetensi dasar (SKD).

Deputi Bidang SDM aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, pihaknya tengah mengkaji dua opsi kebijakan.

Opsi pertama, yakni dengan menurunkan passing grade atau ambang batas kelulusan SKD.

Kedua, dengan menerapkan sistem perangkingan dari jumlah total nilai tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP).

"Nantinya akan ada kebijakan, kebijakan pastinya, misalnya, ada kebijakan baru untuk mengakomodasi peserta yang tidak lulus, seperti apa diaturnya, apakah passing grade diturunkan, apakah ranking, kami carikan jalan fair," ujar Setiawan saat memberikan keterangan di kantor Kemenpan RB, Jakarta, Senin (12/11/2018).

Minggu (11/11/18) ratusan peserta tes CPNS 2018 di Kabupaten Tanahbumbu mengikuti pelaksanan tes di Gedung Mahligai Kapet Batulicin.
Minggu (11/11/18) ratusan peserta tes CPNS 2018 di Kabupaten Tanahbumbu mengikuti pelaksanan tes di Gedung Mahligai Kapet Batulicin. (man hidayat)

Setiawan menjelaskan, kebijakan baru yang akan tertuang dalam peraturan menteri tersebut bertujuan untuk menghindari kekosongan formasi jabatan baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah.

Selain itu, jumlah peserta CPNS yang lolos tahap SKD masih belum memenuhi jumlah PNS yang dibutuhkan pemerintah pada tahap seleksi kompetensi bidang (SKB).

"Mudah-mudahan tidak lama lagi hasil simulasi akan disampaikan. Prinsipnya, kami ingin mengisi formasinya agar tak terjadi kekosongan. Ini yang dikhawatirkan daerah seperti guru dan tenaga kesehatan, kami upayakan," kata Setiawan.

Editor: Murhan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved