Berita Banjarbaru

Ibu Lurah sampai Tokoh Masyarakat di Banjarbaru Dikumpulkan untuk Tanggulangi ini

Sebagai bentuk perwujudan Kota Layak Anak, Kota Banjarbaru menggelar sosialisasi kelurahan ramah anak oleh Dinas Dalduk KBPMP

Ibu Lurah sampai Tokoh Masyarakat di Banjarbaru Dikumpulkan untuk Tanggulangi ini
banjarmasinpost.co.id/milna sari
sosialisasi kelurahan ramah anak oleh Dinas Dalduk KBPMP dan PA Kota Banjarbaru, Jumat (16/11/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebagai bentuk perwujudan Kota Layak Anak, Kota Banjarbaru menggelar sosialisasi kelurahan ramah anak oleh Dinas Dalduk KBPMP dan PA Kota Banjarbaru, Jumat (16/11/2018).

Dihadirkan para ibu lurah, PKK tingkat kelurahan, RT, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga tokoh masyarakat.

Dalam sosialisasi, para ibu hingga tokoh masyarakat diimbau untuk menjaga wilayah kelurahan agar tak terjadi kekerasan terhadap anak.

Terang narasumber sosialisasi dari Dinas PPPA Provinsi Kalsel, Adrian, Banjarbaru memang sudah menjadi Kota Layak Anak.

Baca: Cerita di Balik Konser Journey of Syahrini: Luna Maya Tak Jadi Datang, Reino Barack Nikmati Konser

Baca: Bermula dari Unggahan Makan Teman Lagi Hits, Syahrini Kabarnya Akan Dinikahi Reino Barack

Baca: Katrina Kaif Curhat Pengalamannya Lakukan Gerakan Tarian Sulit ini di Film Thugs of Hindostan

Namun bukan berarti bisa luput dari kekerasan terhadap anak.

Oleh karena itu terangnya masyarakat khususnya unsur pemerintahan hingga tokoh masyarakat harus dilibatkan untuk menanggulangi kekerasan terhadap anak di tingkat kelurahan.

"Kota layak anak bukan berarti tidak akan lagi ada kekerasan terhadap anak, dari itu harus dilakukan pencegahan dengan sosialisasi seperti ini dari tingkat terbawah kelurahan hingga tingkat kota dan provinsi," jelasnya kepada banjarmasinpost.co.id.

Sementara Kadisdalduk KB PMP dan PA Kota Banjarbaru, Puspa Kencana mengatakan sosialisasi kelurahan ramah anak merupakan bagian dari tindak lanjut Kota Ramah Anak.

Melindungi anak dari kekerasan terangnya harus dimulai dari bawah yaitu tingkat RT hingga kelurahan.

Terlebih di tingkat kelurahan ada 31 indikator kelurahan ramah anak. Berbeda dengan Kota Layak Anak yang indikatornya lebih sedikit.

"Tugas mengurangi angka kekerasan terhadap ini tugas bersama, tidak bisa hanya dari dinas oleh karena itu kita menggandeng pemerintahan dari tingkat terbawah hingga tokoh masyarakat," jelas Puspa.

Banjarmasinpost.co.id/milna

Penulis: Milna Sari
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved