Pengalaman Horor Perawat di Rumah Sakit

Setelah Wisuda dan Disumpah, Perawat Harus Lulus Uji Kompetensi Supaya Bisa Bekerja di RS

Para perawat harus kembali melaksanakan uji kompetensi (Ukom) untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR)

Setelah Wisuda dan Disumpah, Perawat Harus Lulus Uji Kompetensi Supaya Bisa Bekerja di RS
Istimewa
Rini Farmana 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski sudah diwisuda dan diangkat sumpah sebagai seorang perawat, tetapi perawat tidak bisa langsung bekerja dan terjun merawat langsung pasien.

Para perawat harus kembali melaksanakan uji kompetensi (Ukom) untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) untuk bisa bekerja di dunia kesehatan.

Uji kompetensi sendiri menjadi momok hidup mati para perawat, karena para lulusan perawat banyak yang tidak lulus pada uji kompetensi ini dan mengikutinya hinga berkali-kali.

Seperti halnya dipaparkan perawat yang mengikuti ukom hingga dua kali, Rini Farmana adanya ukom memang sebagai pertimbangan untuk menyaring tenaga-tenaga perawat yang berkompeten.

Baca: Gencar Kritisi Via Vallen di Sosial Media, Begini Reaksi Jerinx SID saat Ditanyai Wartawan

"Tapi aku pribadi yang pernah gagal sekali dalam ukom, rasanya sangat berat karena proses kuliah perawat dan profesi ners selama 5 tahun 1 bulan yang aku jalani hanya ditentukan satu lembar STR untuk jadi perawat," ujarnya.

Baca: Jelang Thailand Vs Indonesia Piala AFF 2018 - Stadion Rajamangala Selalu Jadi Neraka Buat Indonesia

Ia menuturkan kalau untuk menyaring yang berkompeten seharusnya skill pada saat profesi ners juga alangkah baiknya dipertimbangkan dan diakumulasikan dengan nilai ukom.

Meski pernah gagal, menurutnya soal-soal ukom bisa dikategorikan mudah jika waktu yang diberikan untuk menjawab lebih diperpanjang.

Baca: Dana Desa Kalsel 2019 Rp 1,4 Triliun, Bakal Ditransfer ke Masing-masing Rekening Ini

"Saat ini waktu menjawab satu soal itu satu menit, padahal jawaban yang dipilih tidak ada jawaban yang salah tapi memilih jawaban yang paling benar. Dan itu cukup mengecoh untuk berpikir dalam satu menit," keluhnya.

Sedangkan M Haris Fadillah yang harus mengikuti ukom untuk ketiga kalinya, tetapi ia tetap optimis mendapatkan STR sebagai tanda diakui untuk pelayanan masyarakat.

Baca: Live Streaming Hong Kong Open 2018 Babak Perempat Final, Jonatan Christie vs Kento Momota

Perawat Rumah Sakit M Haris Fadillah.
Perawat Rumah Sakit M Haris Fadillah. (Istimewa)

"Saya sudah tiga kalinya ikut ukom, karena dua sebelumnya tidak lulus. Tetapi saya tetap setuju adanya ukom ini karena sebagai mengukur layak tidaknya seorang perawat terjun ke masyarakat," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved