Bumi Antaluddin
Bundaran Lukah Iwak di Wilayah Nagara Mulai Dikerjakan
Pembangunan Bundaran Lukah Iwak di simpang empat jalan lingkar selatan Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mulai dilaksanakan.
Penulis: Aprianto | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Pembangunan Bundaran Lukah Iwak di simpang empat jalan lingkar selatan Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mulai dilaksanakan.
Prosesi peletakan batu pertama bundaran Lukah Iwak sudah dilakukan oleh Bupati HSS H Achmad Fikry bersama dengan Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad pada Jumat, (16/11).
Pembangunan Bundaran di wilayah Nagara yang berada di Kecamatan Daha Selatan ini sesuai dengan no kontrak 655/PenRTH.BKD/02.PPK/Dispera KPLH/ 2018.
Waktu pelaksanaan bundaran ini 190 hari dengan nilai kontrak Rp 198.264.000 oleh pelaksana CV Graha Artha.
Prosesi peletakan batu pertama bundaran Lukah Iwak sudah dilakukan oleh
Bupati HSS H Achmad Fikry bersama dengan Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad
pada Jumat, (16/11). (Foto Kominfo HSS)
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Dispera KPLH) HSS, MK Saputra mengatakan pembangunan bundaran Lukah iwak merupakan bagian dari program pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten HSS.
Desain awal bundaran itu awalnya ada tiga macam yaitu replika lukah iwak, gumbili nagara dan semangka.
Setelah melalui diskusi dan mendengarkan saran dari beberapa tokoh Nagara serta para netizen akhirnya terpilihlah Lukah Iwak sebagai ikon di bundaran tersebut.
Filosofi dari Lukah Iwak adalah sebuah alat tangkap tradisional warga Daha yang sebagian besar wilayahnya adalah rawa, sehingga mayoritas mata pencahariannya sebagai nelayan.
Pembangunan Bundaran Lukah Iwak di simpang empat jalan lingkar selatan Kecamatan
Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mulai dilaksanakan. (Foto Kominfo HSS)
Untuk menangkap ikan kebanyakan warga menggunakan perangkap ikan yang biasa disebut “lukah”.
Sedangkan kata “Iwak” berasal dari iwak papuyu atau ikan betok yang merupakan hasil tangkapan utama para nelayan.
Iwak papuyu ini menyimbolkan kekuatan karena mempunyai sirip-sirip kuat dan tajam dan mampu bertahan hidup pada bulan kemarau.
Sebagai simbol keberhasilan dan kesuksesan serta kemakmuran orang Daha.
"Bundaran Lukah Iwak juga akan dikelilingi ornament relief dari ukiran tembaga dilengkapi dengan penerangan lampu LED warna warni," katanya.
Bupati HSS H Achmad Fikry menyampaikan pembangunan bundaran ini adalah sebagai pemenuhan dari aspirasi warga Daha tentang keinginan mempunyai ruang terbuka hijau.
Wilayah Nagara yang terdiri dari tiga kecamatan sangat kaya dengan segala potensinya mulai dari pertanian dan kerajinan tangan.
Ada semangga, gumbili nagara, lombok, ada juga kerajinan gerabah, perlengkapan dapur hingga pandai besi.
Pembangunan bundaran ini diharapkan untuk mempercantik wilayah Nagara dan memudahkan arus lalu lintas.
Mengingat tingkat kepadatan arus lalu lintas cukup ramai di wilayah Nagara.
Sehingga selain pembuatan bundaran juga dilakukan pelebaran jalan di kawasan bundaran.
Pihaknya juga berharap pembangunan bundaran itu selesai sesuai jadwalnya.
Selain itu, Bupati juga berpesan agar pembangunan yang ada bisa dijaga dan dipelihara serta dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.
Bupati HSS juga menyampaikan ke depannya akan dicari tempat yang strategis untuk menampilkan potensi-potensi yang menggambarkan secara utuh potensi-potensi di wilayah nagara. (AOL/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bundaran-lukah-iwak.jpg)