Berit Tabalong

Dinkes Tabalong Minimalisasi Penyebaran Virus DBD

Gerakan 1 hari 2 ribu rumah bebas jentik menjadi satu upaya dari Dinkes Tabalong untuk menekan penyebaran penyakit DBD.

Dinkes Tabalong Minimalisasi Penyebaran Virus DBD
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Kadinkes Tabalong Taufiqurrahman Hamdie 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Gerakan 1 hari 2 ribu rumah bebas jentik menjadi satu upaya dari Dinkes Tabalong untuk menekan penyebaran penyakit DBD.

Dalam gerakan ini dilakukan penebaran bubuk abate atau abatisasi secara serentak untuk 2 ribu rumah di dua kecamatan.

Gerakan 1 hari 2 ribu rumah bebas jentik ini pun mendapat respon positif dari Kementerian Keseharan Republik Indonesia.

Sehingga DinkesTabalong menerima sebuah penghargaan sebagai inisiator dari gerakan ini.

Baca: Andika Kangen Band Ungkap Rahasianya Taklukkan Wanita Cantik, Ternyata Ini Caranya

Baca: Manajemen Kalteng Putra Keberatan Penunjukan Wasit Saat Laga Liga 2 2018 Vs Semen Padang

Baca: KPK Ungkap Jumlah Kepala Daerah dan Anggota DPRD yang Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Kepala Dinkes Tabalong dr Taufiqurrahman Hamdie, Minggu (18/11/2018), menyampaikan, gerakan sudah diluncurkan saat peringatan Hari Kesehatan Nasional.

"Dalam rangkaian peringatan hari Kesehatan Nasional ke-54, yang digelar 13 November tadi di Halaman Pendopo Bersinar kita luncurkan program ini," katanya.

Disampaikannya, peluncuran gerakan ini, merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menekan penyebaran penyakit demam berdarah di Tabalong.

Dengan gerakan ini dilakukan penebaran bubuk abate secara serentak di 2 ribu rumah warga, masing-masing  1.715 rumah di Kecamatan Murungpudak dan 258 rumah di Kecamatan Tanjung.

Baca: Hasil Final Hong Kong Open 2018 - Nozomi Okuhara Menang, Jepang Bisa Sapu Bersih Juara?

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Final Hong Kong Open 2018, Marcus/Kevin Main Jam Ini

Baca: Live Streaming Indosiar Bali United vs Persebaya Liga 1 2018 Pekan 31 Mulai Pukul 18.30 Wib

"Abatisasi atau penebaran bubuk abate secara serentak ini dilakukan kader jumantik, (juru pemantau jentik)," tambahnya.

Pemilihan dua kecamatan itu menjadi sasaran karena memiliki wilayah yang padat sehingga bisa berpotensi
berpotensi menjadi daerah endemis DBD.

Diharapkan dengan gerakan ini maka bisa turut meminimalisir perkembangan nyamuk yang menyebabkan penyebaran DBD.

"Jadi kita bisa memutus vektor dari nyamuk, atau setidaknya bisa mengurangi vektor yang menyebabkan nyamuk demam berdarah," katanya.

Sehingga penyaakit DBD di Tabalong bisa terus berkurang karena juga menyangkut derajat kesehatan masyarakat. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved