Ramai ramai Budidaya Tanaman Hidroponik

Sayuran Hidroponik Digemari Dokter Karena Sehat Tidak Tercampur Zat Kimia

Tanaman sayuran hidroponik saat ini banyak diminati warga, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, memanfaatkan lahan kecil yang ada di sekitar rumah.

Sayuran Hidroponik Digemari Dokter Karena Sehat Tidak Tercampur Zat Kimia
tribunkalteng.com/faturahman
Mengembangkan, tanaman Hidroponik lagi ramai dikalangan warga Palangkaraya, Kalteng. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Tanaman sayuran hidroponik saat ini banyak diminati warga, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tanaman. Dengan, memanfaatkan lahan kecil yang ada di sekitar rumah sudah bisa mengembangkan tanaman tersebut.

Tanaman Hidroponik, merupakan, budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.Tanaman seperti ini, lebih sehat daripada menggunakan pupuk, karena tanpa zat kimia.

Bukan hanya itu, tanaman sayuran hidroponik, banyak di sukai orang yang mengerti kesehatan, karena dinilai lebih sehat jikadibandingkan dengan tanaman sayuran di tanah dengan menggunakan pupuk.

Baca: Indonesia Harus Kalahkan Filipina di Laga Terakhir Agar Bisa Lolos ke Semifinal Piala AFF 2018

Baca: Timnas Indonesia di Ujung Tanduk, Tergantung Hasil Thailand vs Filipina 21 November 2018

Diyah Ayu, salah satu warga Palangkaraya, yang tinggal di Jalan G Obos, Sabtu (17/11/2018) mengatakan, dia mengembangkan sayuran hidroponik, sejak lama, karena tau hasilnya sehat untuk dikonsumsi.

"Awalnya, hanya coba-coba, ternyata bisa sukses, dan sayurannya bisa untuk makan sendiri, tapi , karena sayuran yang dikembangkan jenis, sawi, kangkung banyak di gemari akhirnya, menambah lahan untuk pengenbanganya," ujarnya.

Hinggga saat ini, di masih mengambangkannya dengan memanfaatkan lahan didepan rumahnya."Banyak yang mau beli sayuran hidroponik akhirnya, saya juga jualan, dan yang beli kebanyakan orang yang mengerti kesehatan seperti tenaga kesehatan dan orang kanroran, meski sedikit mahal harganya dibandingkan sayuran biasa," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved