Berita Banjar

Upaya Dandim 1006/MTP Agar Mahasiswa Tak Terpapar Paham Radikalisme

Diskusi Wawasan Kebangsaan terkait dengan Implementasi Pancasila dan Paham radikalisme digelar di Fakultas Institut Agama Islam Darussalam Martapura

Upaya Dandim 1006/MTP Agar Mahasiswa Tak Terpapar Paham Radikalisme
istimewa/ humas Kodim 1006/MTP
Diskusi Wawasan Kebangsaan terkait dengan Implementasi Pancasila dan Paham radikalisme digelar di Fakultas Institut Agama Islam Darussalam Martapura, Minggu (18/11/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Diskusi Wawasan Kebangsaan terkait dengan Implementasi Pancasila dan Paham radikalisme digelar di Fakultas Institut Agama Islam Darussalam Martapura, Minggu (18/11/2018).

Dandim 1006/Mtp Letkol Inf Muchammad Ghoffar Ngismangil sebagai pemateri dihadapan 60 orang Mahasiswa Fakultas IAID Martapura bersilaturahmi sekaligus diskusi memberikan pemahaman wawasan kebangsaan.

Pembantu Rektor III IAID Martapura, Amiruddin yang membuka Diskusi Wawasan Kebangsaan juga menyampaikan mahasiswa adalah sebuah aset bangsa yang sangat berharga, untuk itu perlu dijaga keberadaannya dari bahaya paham radikalisme dan terorisme.

“Peran tenaga pendidik di lingkungan Perguruan Tinggi harus bertanggung jawab dalam mendidik para pemuda Indonesia khususnya mahasiswa agar tidak terpapar paham radikalisme,” paparnya.

Baca: 5 Fakta Edy Rahmayadi Harus Mundur dari Ketum PSSI Versi Fox Sport Asia, #EdyOut Viral

Baca: Link Live Streaming Trans7 MotoGP Valencia Spanyol 2018, Rossi Menyerah di Balapan Basah?

Diskusi pada acara silaturahmi yang diselenggarakan di aula Kantor Disperindag Martapura Letkol Inf Muchammad Ghoffar Ngismangil S sos didampingi Wakil Rektor III IAID Amiruddin mengatakan bahwa kondisi bangsa saat ini adalah belum semua masyarakat paham wawasan kebangsaan.

Menurut Dandim, idealisme yang sempit cenderung mementingkan kelompok, golongan dan bersifat kedaerahan, suka meniru budaya asing tanpa menyaring terlebih dahulu, isu sara sering menjadi pemicu kerusuhan sosial.

Oleh karena itu menurutnya keberadaan wawasan kebangsaan sebagai landasan konsepsional pemersatu bangsa sangat penting.
Beberapa postulat Pancasila yaitu Pancasila merupakan pandangan filsafat bangsa Indonesia yang berisi konsep, prinsip dan nilai yang dijadikan pedoman bangsa dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Baca: Link Live Streaming Indosiar - Susunan Pemain Bali United vs Persebaya Liga 1 2018, Link Vidio.com

Baca: Hasil Final Hong Kong Open 2018 - Nozomi Okuhara Menang, Jepang Bisa Sapu Bersih Juara?

Menurutnya pengaruh paham radikalisme, dan terorisme yang saat ini menjadi suatu ancaman serius bagi bangsa Sehingga perlu adanya kesadaran dari seluruh komponen bangsa Indonesia akan bahaya tersebut.

"Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mencintai negara dan bangsa Indonesia serta sebagai upaya untuk membungkam karakter negatif maupun doktrin dari paham-paham radikalismedan terorisme dalam diri sehingga mulai sejak dini diberikan wawasan kebangsaan sampai nantinya ketika beranjak dewasa dapat berguna bagi lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Cabang PMII Martapura Rusdianor, Ketua Rayon Tarbiyah PMII IAID, Lisa Salsabilla dan peserta Mahasiswa IAID,UKM dan UKP Kab Banjar. (banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved