Berita Tanahlaut

Pemerintah Tanahlaut Alokasikan Rp 1,5 Miliar Demi Akses Jalan UGD RSUD Saranghalang

"Perencanaan pengadaan lahan itu sudah dirancang manajemen RSUD Hadji Boejasin," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan

Pemerintah Tanahlaut Alokasikan Rp 1,5 Miliar Demi Akses Jalan UGD RSUD Saranghalang
Mukhtar Wahid
Inilah momen bersama owner PT Perembee, H Mawardi bersama Pemerintah Kabupaten Tanahlaut saat pemancangan tiang pancang rumah sakit baru di Kelurahan Saranghalang, Kecamatan Pelaihari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Pemerintah Kabupaten Tanahlaut tetap membuat jalan alternatif akses jalan masuk menuju RSUD baru di Kelurahan Saranghalang, Kecamatan Pelaihari.

"Perencanaan pengadaan lahan itu sudah dirancang manajemen RSUD Hadji Boejasin," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahlaut, Antonius Jaka dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Senin (19/11/2018).

Menurut Antonius Jaka, alokasi dana pengadaan lahan akses masuk itu sekitar Rp 1,5 miliar. Letak lahannya pas di depan rencana ruang UGD RSUD Saranghalang.

"Ukuran lahan yang akan dibebaskan panjangnya sekitar 200 meter dan lebarnya sekitar 30 meter dari Jalan Nasional. Kalau melintas menggunakan jalan PT Parembee agak memutar dan jauh, jaraknya dari UGD," katanya.

Namun, rencana Pemerintah Kabupaten Tanahlaut melaksanakan pengadaan lahan untuk akses jalan masuk ke UGD RSUD dipertanyakan.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG LIVE STREAMING O Channel, Live Streaming Bhayangkara FC vs Persipura Liga 1 2018

Sementara itu, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanahlaut belum menerima bukti tertulis terkait hibah akse jalan masuk yang dimaksud PT Perembee.

"Hingga saat ini akses jalan itu belum dilepaskan dari lahan HGB," ujar Muhammad Darmin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tanahlaut didampingi Muhammad Badarudin, Kasubbid Pemindah tanganan, Pemusnahan dan Penghapusan.

Baca: Hasil Akhir Semen Padang vs Kalteng Putra, Skor Akhir 3-1 Kalteng Putra & Semen Padang ke Semifinal

Menurut Badarudin, proses pelepasan lahan itu harus diurus oleh pemilik lahan HGB dalam hal ini PT Perembee ke Kantor Pertanahan Kabupaten Tanahlaut.

"Apabila sudah dilepas atau menjari milik negara, Pemerintah Kabupaten Tanahlaut akan meminta lahan itu menjadi aset daerah..Ini belum ada pelepasannya," katanya.

Muhammad Darmin, mengatakan untuk lahan 10 hektare yang saat ini berdiri bangunan rumah sakit baru sudah tidak bermasalah karena sidah dilepaskan dan dibuatkam sertifikatnya.

Baca: Syair dan Lirik Sholawat Dibai atau Maulid Diba Untuk Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 2018

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved