Berita Tanahlaut

Seleksi Atlet Olahraga Tradisional Cabang Lomba Asinan Digelar di Tanahlaut

Itu karena halaman Stadion Pertasi Kencana, dimanfaatkan sebagai arena permainan atau Festival Olahraga Tradisonal 2018 untuk cabang lomba Asinan.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Halaman Stadion Pertasi Kencana, Jalan A Syairani, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Senin (19/11/2018) riuh suara pelajar.

Itu karena halaman Stadion Pertasi Kencana, dimanfaatkan sebagai arena permainan atau Festival Olahraga Tradisonal 2018 untuk cabang lomba Asinan.

Asinan diikuti sekitar 23 regu. Satu regu terdiri dari lima orang pemain. Lomba itu menjaga regu lawan agar tidak melintas batas yang ditandai dengan tali rafia.

Baca: Diduga Korupsi Retribusi Parkir, Dua PNS Banjarbaru Ditahan, Wali Kota Nadjmi Adhani Mengaku Kaget

Rudi Imtihansyah, Kepala Bidang Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanahlaut, mengatakan kegiatan festival olahraga tradisional itu sudah kali ketiga dilaksanakan.

"Pemenang dalam festival olahraga tradisional ini bakal mewakili Kabupaten Tanahlaut berlomba di tingkat Provinsi Kalsel. Ini kita seleksi untuk disiapkan. Sekaligus mentradisikan budaya Indonesia," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id.

Baca: UPDATE Ucapan Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW 2018 -12 Rabiul Awal untuk IG, Facebook & WhatsApp


Ada tujuh nomor lomba olahraga tradisional yang digelar, seperti lomba Asinan, Batungkau, Kurtau, Balogo, Sumpit, Dagongan dan Trompah, jelas Rudi Imtihansyah.

Pesertanya dari kalangan warga masyarakat khusus lomba balogo dan Kuntau, Sumpit dan kalangan pelajar putri SMP dan MTs sederajat se Kabupaten Tanahlaut khusus Asinan.

Baca: Maulid Nabi Muhammad 2018, Berikut ini Lirik Syair Sholawat Barzanji Bisa Dilantunkan Saat Maulid

Regu MTs Negeri Pelaihari bertekad merebut gelar juara pertama. Itu karena tahun lalu gagal meraih juara dalam lomba Asinan.

"Target tahun ini juara. Tahun lalu tidak juara tapi dapat pengalaman," katanya Najwa, perwakilan regu MTs Negeri Pelaihari.

Sementara khusus olahraga tradisional cabang Kuntau, perguruan Harimau Muda Kilat Senja asal Kecamatan Batibati bertekad mewakili Tanahlaut.

"Tahun lalu, Kuntau dari Tanahlaut meriah tujuh medali. Kami berada di peringkat ketiga se Kalsel," kata Abdullah.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanahlaut, Muhammad Noor mengatakan kegiatan itu upaya melestarikan budaya lama sekaligus menciptakan karya baru.

"Kemudian melalui kegiatan festival olahraga tradisional ini, generasi muda dituntut untuk selalu berinovasi," katanya. (banjarmasinpost.co.id /Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved