Berita HST

Tingkat kelulusan CPNS 2018 Hanya 2,8 Persen, BKD HST Yakin Panselnas Punya Solusi Bagi Daerah

BKD –PSDM Hulu Sungai Tengah memutuskan tak mengumumkan perubahan sistem kelulusan CPNS menjadi passing grade plus perangkingan.

Tingkat kelulusan CPNS 2018 Hanya 2,8 Persen, BKD HST Yakin Panselnas Punya Solusi Bagi Daerah
banjarmasinpost.co.id/hanani
Suasana jalannya tes CPNS 2018 tahap 1 di Barabai HST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD –PSDM) Hulu Sungai Tengah memutuskan tak mengumumkan perubahan sistem kelulusan CPNS menjadi passing grade plus perangkingan.

Alasannya, sampai sekarang belum ada keputusan resmi dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), sehingga pihak pemerintah daerah belum ada kewenangan mengumumkannya.

“Termasuk angka passing gradenya berapa, kami tidak ada kewenangan mengumumkan. Kecuali sudah diumumkan resmi panselnas,”kata Kepala BKD HST AKhmad Fatoni, kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (19/11/2018). Meski demikian, Fatoni menyatakan yakin, Panselnas saat ini mengikuti perkembangan permasalahan di daerah, sehingga akan nada solusinya.

Baca: Link Pengumuman Tes SKD CPNS 2018 Kemenkumham Hari Ini, Tapi Malah Dapat Kendala Ini

Baca: Jadwal Pengumuman Hasil Tes CPNS 2018 Kemenkumham Kembali Ditunda? Cek Link Ini

Diakui, dari 3.238 pesertas tes CPNS HST 2018 ini, tingkat kelulusan hanya 2,8 persen. “Tapi mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan angkanya. Sebab, kami BKD daerah hanya pihak yang memfasilitasi penyenggaraan seleksi. Selebihnya, kewenangan Panselnas,”katanya.  

Menurut Fatoni,  apa yang menjadi tujuan seleksi CPNS,  pemerintah pusat tentunya sudah mengetahui yaitu untuk memenuhi kebutuhan masing-masing daerah, sesuai kouta yang telah diberikan. 

Jika Panselnas tetap mempertahankan passing grade yang ada, tentunya hal tersebut tak bakal terpenuhi. Adapun kouta CPNS HST, 196 orang. Meliputi,tenaga kesehatan, tenaga pengajar (guru) serta tenaga teknis lainnya.

Sementara, peserta tes CPNS yang tak lulus berharap, ada kebijakan baru dari BKN, untuk menerapkan sistem rangking.

“Saya sudah berupaya maksimal saat tes kemarin. Bahkan saya membeli buku-buku terkait soal-soal tes CPNS sebelumnya. Saat tes, kendala saya adalah waktu yang diberikan untuk menjawab terlalu cepat, sehingga tak punya kesempatan mikir lama,”ungkap Yuliana, salah satu peserta tes.

Baca: Kebijakan Pusat Tentang Kelulusan CPNS 2018 Belum Terbit, Ini Kata BKPSDM Tapin

Baca: Hasil Tes SKD Tidak Penuhi Syarat Permenpan, BKPPD Kotabaru Tunggu Kebijakan BKN

Yunita, peserta lainnya, juga mengeluhkan hal yang sama.

“Waktu yang diberikan sangat sempit. Padahal kalau waktunya lebih longgar, mungkin semua peserta punya waktu buat mencerna soal-soal. Tapi ya sudahlah, mungkin belum rezekinya lulus,”kata Yuni.

Meski demikian,  dia berharap, jika sistem rangking diterapkan, dia masuk salah satu yang lulus secara rangking. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved