Pilpres 2019

Klarifikasi Presiden Jokowi Soal PKI di Depan Ulama Jelang Pilpres 2019, Jokowi : Silahkan Tabayyun

Jelang Pilpres 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklarifikasi tudingan bahwa dirinya adalah anggota Partai Komunis Indonesia (PKI)

Klarifikasi Presiden Jokowi Soal PKI di Depan Ulama Jelang Pilpres 2019, Jokowi : Silahkan Tabayyun
tribunnews.com
Suasana saat Jokowi bersama para menteri dalam acara Tri Hita Karana di Sofitel Nusa Dua serangkaian dengan IMF WB Annual Meeting 2018, Kamis (11/10/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jelang Pilpres 2019, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklarifikasi tudingan bahwa dirinya adalah anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) kepada para kiai dan ulama asal Kota/ Kabupaten Bogor serta Kota Depok.

Bertempat di Masjid Baitusallam, Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (21/11/2018), awalnya Jokowi menjelaskan bahwa tudingan anggota PKI itu hanya fitnah belaka.

Namun klarifikasinya itu dibumbui kelakar yang membuat para kiai dan ulama tertawa lepas.

"PKI dibubarkan tahun 1955/1966, saya lahirnya tahun 1961. Umur saya berarti saat itu masih 4 tahun. Apa ada aktivis balita?" kata Jokowi. Kiai dan ulama yang hadir tampak mengangguk-anggukkan kepala.

Baca: BREAKING NEWS - Tim Gabungan Bekuk Pelaku Pemenggal Kepala, Usianya Ternyata Baru 19 Tahun

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Link Live Streaming RCTI Akad Nikah Baim Wong dan Paula Verhoeven

Bahkan, tidak hanya dirinya yang dituding PKI, orangtua dan kakek-nenek Jokowi juga tak luput dari tudingan demikian.

Menurut Jokowi, saat ini zaman keterbukaan. Tak ada yang bisa ditutup-tutupi.

Suasana silaturahim Presiden Joko Widodo dengan 50-an ulama dan kiai dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor serta Kota Depok di Masjid Baitusallam di Kompleks Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11/2018).
Suasana silaturahim Presiden Joko Widodo dengan 50-an ulama dan kiai dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor serta Kota Depok di Masjid Baitusallam di Kompleks Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11/2018). ((Fabian Januarius Kuwado))

Apabila ia memiliki sejarah latar belakang keluarga yang merupakan anggota PKI, pasti akan diketahui dengan sangat mudah.

"Di Solo NU banyak, Muhammadiyah ada, Persis ada, LDII juga ada, FPI juga ada. Ya tanyakan saja di sana, keluarga saya bagaimana. Saya Muslim, keluarga saya Muslim," ujar Jokowi.

Jokowi kemudian berkelakar, "Silahkan tabayyun, tapi bayar sendiri-sendiri." Sontak ulama beserta kiai yang hadir melepaskan tawanya.

Baca: 1.724.990 Peserta SKD Lolos Cuma 128.236, Sistem Ranking CPNS 2018 Miliki Payung Hukum

Jokowi melanjutkan, dirinya memang bukan siapa-siapa. Bukan dari golongan kaya raya, bukan juga dari keluarga pengusaha besar, bukan pula dari keluarga yang memiliki sejarah sebagai elite politik.

"Saya ini hanya orang kampung. Makanya saya dibegitukan, ya biasa saja. Sabar-sabar saja. Ya sabar ya Allah. Tapi saya jawab begini boleh juga kan? Empat tahun saya diam saja," lanjut dia.

Dalam acara silaturahim itu sendiri, ada sekitar 50 kiai dan ulama yang hadir. Adapun, Presiden Jokowi sendiri didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Curhat Jokowi kepada Para Ulama soal Tudingan PKI..."

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved