Tenaga Honorer K 2

18 Tahun Menjadi Guru Honorer, Wanita ini Hanya Digaji Rp 300 Ribu Per Bulan

Berdasarkan Permen PAN-RB Nomor 36 Tahun 2018, batas usia bagi pegawai K2 yang ingin ikut seleksi CPNS 2018 maksimal 35 tahun per 1 Agustus 2018.

18 Tahun Menjadi Guru Honorer, Wanita ini Hanya Digaji Rp 300 Ribu Per Bulan
BPost Cetak
BPost edisi cetak Jumat (23/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Seleksi CPNS 2018 menjadi duri bagi sebagian besar pegawai honorer K2.

Berdasarkan Permen PAN-RB Nomor 36 Tahun 2018, batas usia bagi pegawai K2 yang ingin ikut seleksi CPNS 2018 maksimal 35 tahun per 1 Agustus 2018.

Nur Huluwah (37), warga Desa Pemangkih Laut Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, menjadi guru honorer di SDN Tatah Layap 1 Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar.

“Gaji saya sekitar Rp 300 ribu per bulan,” ujarnya.

Terjun ke dunia pendidikan sebagai guru honorer sudah dilakukan Huluwah sejak 2000 lalu.

Baca: BKN Contohkan 5 Kasus Pelajari Sistem Ranking CPNS 2018 di Permenpan No 61 Tahun 2018 Bisa Lolos SKB

Baca: #OjekPahlawanKeluarga Trending di Twitter, Prabowo Sebut Lulusan Jadi Ojek Online

Baca: Perjuangan Baim Wong Dapatkan Paula Verhoeven, Sering Curhat pada Wulan Guritno

Baca: Cek 7 Syarat Peserta Tak Lolos Passing Grade Bisa Ikuti SKB CPNS 2018 dengan Sistem Ranking Dari BKN

“Kalau dihitung, saya sudah mengabdikan dirinya selama 18 tahun di SDN Tatah Layap 1. Bahkan saya pernah hanya menerima bayaran sebesar Rp 65 ribu per bulan,” ujar ibu dua anak ini.

Huluwah berharap, pada seleksi P3K nanti pemerintah pun setidaknya bisa memahami usia dan potensi guru honorer Ketegori 2 (K2) dibanding guru honorer muda.

Sehingga persyaratan dan proses seleksi tidak begitu memberatkan.

"Kalau saya sih masih lulusan D1. Tapi ini lagi proses menuju S1. Tapi ya mudah-mudahan pada seleksi nanti, hanya mempertimbangkan masa pengabdian dan usia," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Nur Aniyah, guru honorer di SDN Mekarsari Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar.

“Harapan saya seluruh guru honorer yang 35 tahun ke atas bisa diangkat P3K, dengan mudah. Seperti mempertimbangkan masa abdi dan usia misalnya," terang Aniyah.

Kepala BKD Provinsi Kalsel, Perkasa Alam, menjelaskan terkait nasib honorer K2 bukan kapasitas pemerintah daerah.

“Masalah honorer K2 ini bukan kapasitas pemda yang menjawab, karena regulasinya dari pusat,” kata Perkasa Alam.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved