Bayi Berkepala Dua di HSU

Fakta Baru Bayi Berkepala Dua di HSU - Bayi Kembar Siam Miliki Satu Jantung dan 2 Paru - Paru

Fakta Baru Bayi Berkepala Dua di HSU - Bayi Kembar Siam Miliki Satu Jantung dan 2 Paru - Paru

Fakta Baru Bayi Berkepala Dua di HSU - Bayi Kembar Siam Miliki Satu Jantung dan 2 Paru - Paru
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) melihat langsung kondisi bayi yang lahir kembar siam di Rumah Sakit Mulia Amuntai, Jumat (23/11/2018), usai melaksanakan senam bersama di Halaman Kantor Pemda. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Setelah dirujuk ke RSUD Pembalah Batung, bayi yang lahir kembar siam yakni bayi berkepala dua di RS Mulia Amuntai mendapatkan penanganan lanjutan.

Diketahui bayi dengan jenis kelamin laki laki ini lahir dengan satu badan bayi dua kepala, tiga tangan, sepasang kaki dan tidak memiliki anus.

Bayi berkepala dua tersebut buah hati dari Madi dan Ismi warga Desa Haur Gading Kecamatan Haur Gading Kabupaten HSU.

Setelah dirujuk ke RSUD Pembalah Batung bayi berkepala dua tersebut diperiksa di ruang radiologi, Direktur RSUD Pembalah Batung dr Badrus mengatakan bayi memiliki satu jantung, satu saluran pencernaan dan dua paru paru.

Baca: Fakta-fakta Mayat Perempuan di Mobil yang Berlumur Darah di Leher, Parkir Hingga Periksa 3 Saksi

Baca: Patrich Wanggai Optimistis Persib Juara Liga 1 2018 Geser PSM Makassar dan Persija Jakarta?

Baca: Penjelasan Kejaksaan Soal Aspek Hukum Mayat Tanpa Kepala dan Mayat Perempuan di Mobil

Baca: Penjelasan Polri Soal Janji PKS Bebaskan Pajak Kendaraan Bermotor Jika Jadi Pemenang Pilpres 2019

Sementara ini selama 24 jam setelah kelahiran kondisi bayi memang masih baik, namun perut bayi mulai kembung karena tidak ada saluran anus.

"Belum ada keluar cairan maupun feses karena tidak memiliki anus, dan harus dibuat saluran pencernaan buatan," ujarnya.

Saat ini pihak rumah sakit membentuk tim terdiri dari dua dokrer spesialis bedah, dua dokter anastesi, dokter anak dan dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.

Bayi memang perlu segera dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk dirawat di ruang NICU. "Saat ini RSUD Ulin Banjarmasin masih belum menerima pasien karena ruang NICU penuh namun kami akan terus melakukan komunikasi," ungkapnya.

dr Badrus menambahkan rencananya biaya pengobatan akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah melalui Jampersal. (banjarmasinpost.co.id/ reni kurnia wati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved