Kriminalitas Internasional

Hanya Tak Mau Bikin PR, Bocah 9 Tahun Meregang Nyawa Usai Dipukuli Anggota Keluarganya

Seorang bocah laki-laki usia 9 tahun dipukuli hingga tewas oleh empat anggota keluarganya di rumah di kota Mulhouse, Perancis.

Hanya Tak Mau Bikin PR, Bocah 9 Tahun Meregang Nyawa Usai Dipukuli Anggota Keluarganya
dokumen
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MULHOUSE - Seorang bocah laki-laki usia 9 tahun dipukuli hingga tewas oleh empat anggota keluarganya di rumah di kota Mulhouse, Perancis.

BBC mewartakan pada Kamis (22/11/2018), insiden terjadi karena bocah tersebut menolak mengerjakan PR sehingga dipukuli dengan gagang sapu.

Secara total, polisi menangkap empat anggota keluarga anak itu, termasuk ibunya yang meski tidak berada di rumah saat peristiwa pemukulan berlangsung.

Baca: CPNS 2018 - Kemenpan Bakal Angkat Honorer K2, Guru SDN: Janji Jokowi Tak Terealisasi!

Namun, polisi tetap menahannya karena dia mengetahui apa yang terjadi.

Sang ibu sedang dalam perjalanan bisnis tapi secara aktif mendorong agar hukuman itu dilakukan sebagai konsekuensi karena tolak mengerjakan PR.

Sementara kakak laki-laki, kakak perempuan dan saudara tirinya ada pada saat kejadian.

Baca: Bayi Kembar Siam di Amuntai, Memiliki 1 Badan, 2 Kepala, 3 Tangan, dr Endang Kaget: Ini Langka!

Bocah yang tidak disebutkan namanya itu meninggal dunia pada Minggu pagi lalu.

Laporan awal dan pemeriksaan autopsi mendorong polisi untuk melanjutkan penyelidikan. Memar ditemukan pada tubuh bocah, terutama di kakinya.

Kendati dia mengalami serangan jantung, namun ahli patologi menyatakan penyebab kematian anak tersebut akibat pukulan yang dideritanya.

Sumber polisi mengatakan, bocah itu dipukuli oleh benda-benda tumpul.

Kini, keempat anggota keluarga telah ditahan di Mulhouse pada Kamis (22/11/2018) dan akan muncul dihadapan jaksa jelang penyelidikan yudisial.

Meski kakak laki-laki (19) korban diduga melakukan pembunuhan, namun hakim tetap akan melakukan investigasi lebih lanjut.

Kematian bocah tersebut bersamaan dengan upaya Majelis Nasional Perancis untuk mempertimbangkan larangan pemukulan anak-anak.

Dengan begitu, anak berhak atas pendidikan yang bebas dari kekerasan. Orangtua akan dilarang memakai kekerasan fisik atau verbal, hukuman fisik dan penyalahgunaan moral kepada anak-anak.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved