Pilpres 2019

Luncurkan 3 Paket Ekonomi, Jokowi Diprotes Pengusaha Hingga Dikritik Prabowo

Paket Kebijakan Ekonomi XVI baru sepekan diluncurkan Presiden Joko Widodo, namun sudah diterpa gelombang kritik yang besar.

Luncurkan 3 Paket Ekonomi, Jokowi Diprotes Pengusaha Hingga Dikritik Prabowo
Fabian Januarius Kuwado
Suasana blusukan Presiden Joko Widodo di Tunjungan Plaza Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (18/11/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Paket Kebijakan Ekonomi XVI baru sepekan diluncurkan Presiden Joko Widodo, namun sudah diterpa gelombang kritik yang besar. Aktor pengkritiknya mulai dari politisi hingga dunia usaha sendiri.

Padahal kebijakan itu diluncurkan pemerintah untuk mendorong peningkatan investasi agar bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai insentif pun diberikan.

Mulai dari insentif pengurangan pembayaran pajak penghasilan (PPh) badan atau tax holiday hingga relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang memperlebar kesempatan modal asing masuk.

Tiga Kebijakan

Dalam Paket Kebijakan Ekonomi XVI, ada tiga kebijakan yang diambil pemerintah. Pertama, tax holiday. Ini merupakan insentif fiskal untuk para investor yang mau menanamkan investasinya di Indonesia.

Para investor bahkan bisa tak membayar PPh Badan hingga 20 tahun. Namun tentu kebijakan ini ada syaratnya. Salah satunya yakni besaran investasi yang harus ditanamkan.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 13 di RCTI Sabtu Malam Ini, Tottenham Hotspurs vs Chelsea

Skema baru tax holiday bahkan diklaim lebih "gila" dari negara-negara tetangga yang menjadi pesaing Indonesia.

Di Vietnam, tax holiday diberikan maksimum 13 tahun, itu pun 5 tahun pengurangan PPh-nya 100 persen, 8 tahun sisanya 50 persen. Sementara di Thailand dan Malaysia tax holiday maksimal hanya 15 tahun.

Kedua, relaksasi DNI. Untuk membongkar tak optimalnya DNI 2016, pemerintah memangkas jumlah bidang usaha yang masuk dalam DNI disusutkan dari 515 dalam Perpres 44 Tahun 2016 menjadi 392 pada DNI 2018.

Porsi penanaman modal asing di DNI pun meningkat dari 64 persen pada 2016 menjadi 83 persen pada DNI 2018, atau naik 19 persen poin.

Baca: Link Live Streaming Indosiar Persib Bandung Vs Perseru Serui Liga 1 2018, Mario Gomez Inginkan Ini

Halaman
1234
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved