Tenaga Honorer K 2

Masih Ingat Janji Presiden Jokowi, Guru Honorer ini Terus Berjuang Mengejar Status PNS

Bagi Masniah tidak ada kata menyerah. Meski sudah berusia 37 tahun, guru honorer di SDN Banua Ayar III, Kota Banjarmasin ini tetap ngotot

Masih Ingat Janji Presiden Jokowi, Guru Honorer ini Terus Berjuang Mengejar Status PNS
BPost Cetak
BPost edisi cetak Jumat (23/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bagi Masniah tidak ada kata menyerah. Meski sudah berusia 37 tahun, guru honorer di SDN Banua Ayar III, Kota Banjarmasin ini tetap ngotot ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Saya sudah mengabdi 16 tahun di SDN Banua Ayar III itu. Tapi hingga kini saya tidak kunjung diangkat menjadi PNS. Padahal dulu, ketika masuk menjadi guru honor, ada moratorium harus melalui jalur Kategori II alias mengabdi di honorer dulu sebelum diangkat CPNS,” kata Masniah, Kamis (22/11).

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB) memberikan sinyal baik akan adanya formulasi bagi honorer K2 yang berusia di atas 35, yaitu melalui mekanisme pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K).

Pengangkatan melalui mekanisme P3K ini mulai akan dilakukan di 2019 mendatang.

Tapi formulasi pengangkatan P3K untuk guru honor yang berusia 35 tahun ke atas tersebut ditolak oleh honorer di Kalsel.

Baca: BKN Contohkan 5 Kasus Pelajari Sistem Ranking CPNS 2018 di Permenpan No 61 Tahun 2018 Bisa Lolos SKB

Baca: Driver Online Cantik Berhijab Ini Tegar Hadapi Penumpang Mabuk, Ada Ladies Teler Lagi Putus Cinta

Baca: #OjekPahlawanKeluarga Trending di Twitter, Prabowo Sebut Lulusan Jadi Ojek Online

Baca: Cek 7 Syarat Peserta Tak Lolos Passing Grade Bisa Ikuti SKB CPNS 2018 dengan Sistem Ranking Dari BKN

Baca: Perjuangan Baim Wong Dapatkan Paula Verhoeven, Sering Curhat pada Wulan Guritno

"Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) sepakat untuk menolak pengangkatan melalui P3K. Karena yang dikejar adalah PNS, bukan P3K," ujar Masniah yang juga Ketua Forum Honorer K2 Banjarmasin Kalsel.

Bahkan, kata Masniah, FHK2I Pusat melaporkan kasus ketidakadilan ini ke Mahkamah Agung.

“Saya ingat betul janji Presiden Jokowi itu di 2014, tapi sampai sekarang tidak terealisasikan. Ini akan terus kami pantau dan jadi catatan kami di Kalsel. Sudah banyak guru honorer K2 yang di atas 35 tahun tersakiti. Kami masih nunggu kabar dan instruksi pusat," ujarnya.

Menurut Masniah, Jokowi sudah menandatangani janji dan pernyataan Kihajar Dewantara, tapi sampai sekarang tidak diangkat-angkat jadi PNS bagi honorer K2.

"Artinya Jokowi ingkar janji. Seharian kami sampai guring di muka istana, dan kami terus menagih janji. Tapi Jokowi tidak mau keluar menemui kami dari FHK2I. Karena itu, kami beri waktu untuk Jokowi sampai Desember 2019. Kalau Jokowi masih dengan pendiriannya mem-P3K-kan CPNS Honorer K2, maka forum guru honorer akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved