Pembunuhan Sadis

Pebunuhan Sadis di Lokbaintan, Sukma: Korban Bullying Bisa Berlaku Keji

rupanya pelaku pembunuhan terhadap temannya tersebut karena dendam dan tidak senang karena sering dibully oleh korban.

Pebunuhan Sadis di Lokbaintan, Sukma: Korban Bullying Bisa Berlaku Keji
Istimewa
Psikolog Klinis Fakultas Kedokteran Univeristas Lambung Mangkurat, Sukma Noor Akbar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Beberapa waktu lalu warga Kalsel digegerkan dengan penemuan mayat korban pembunuhan yang ditemukan di Desa Lokbaintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Selasa (20/11/2018) sekitar pukul 14.00 Wita.

Setelah pihak kepolisian melakukan penelusuran penyebab pembunuhan tersebut, rupanya pelaku pembunuhan terhadap temannya tersebut karena dendam dan tidak senang karena sering dibully oleh korban.

Penyelesaian masalah dengan menggunakan kekerasan bahkan hingga melakukan pembunuhan secara keji atau pembunuhan sadis membuat keprihatinan akan fenomena tersebut.

Baca: Driver Online Cantik Berhijab Ini Tegar Hadapi Penumpang Mabuk, Ada Ladies Teler Lagi Putus Cinta

Psikolog Klinis Fakultas Kedokteran Univeristas Lambung Mangkurat, Sukma Noor Akbar, mengatakan tindakan bullying merupakan satu bentuk tindakan agresi dengan cara mengintimidasi dan memaksa seseorang individu atau kelompok yang lebih lemah, yang dilakukannya berulang-ulang dan dengan sengaja.

Baca: Jadwal Live & Prediksi Pemain Persib Bandung vs Perseru Liga 1 2018 Pekan 32 Jumat (23/11) Malam

"Bentuknya bisa berupa fisik dan verbal seperti mengejek, memukul, menggoda, menghina dan lain sebagainya. Remaja yang mengalami korban bullying tentunya akan mudah merasa emosi sehingga tindakan kriminal akan terjadi tanpa memikirkan akibat dari tindakan kriminal tersebut," paparnya pada banjarmasinpost.co.id, Kamis (21/11/2018) malam.

Dirinya menambahkan, gangguan-gangguan psikologi seringkali dikaitkan dengan kriminal seperti psikotik, antisosial,dan gangguan-gangguan kepribadian lainnya. Namun tentunya pelaku perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dari psikolog ataupun psikiater dalam melakukan diagnosis lebih lanjut.

(Banjarmasinpost.co.id/airul syahrif)

Psikolog Klinis Fakultas Kedokteran Univeristas Lambung Mangkurat, Sukma Noor Akbar.

Penulis:
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved