Breaking News:

Berita Banjar

Penjelasan Kejaksaan Soal Aspek Hukum Mayat Tanpa Kepala dan Mayat Perempuan di Mobil

Maraknya kasus pembunuhan di Kabupaten Banjar menjadi keprihatinan jajaran Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar.

Penulis: | Editor: Rendy Nicko
HO/Polsek Sungai Tabuk
Mayat di Lokbaintan, Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Maraknya kasus pembunuhan di Kabupaten Banjar menjadi keprihatinan jajaran Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar.

Baru terungkap kasus pembunuhan dengan sadis dengan cara memenggal kepala korbannya, kembali ditemukan mayat perempuan dalam mobil dengan kondisi leher ada bekas gorokan, Jumat (23/11/2018).

Penjelasan Kejaksaan Soal Aspek Hukum Mayat Tanpa Kepala dan Mayat Perempuan di Mobil

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Apriady mengatakan, menghilangkan nyawa seseorang tidak semudah yang dibayangkan, ada hukum positif yang mengatur suatu perbuatan yang melanggar hukum.

Kategori pembunuhan pun bermacam-macam, di antaranya pembunuhan biasa dan pembunuhan berencana.

Baca: Fakta-fakta Mayat Perempuan di Mobil yang Berlumur Darah di Leher, Parkir Hingga Periksa 3 Saksi

Baca: Penjelasan Polri Soal Janji PKS Bebaskan Pajak Kendaraan Bermotor Jika Jadi Pemenang Pilpres 2019

Baca: VIDEO - Link Live Streaming Indosiar Persib vs Perseru di Liga 1 2018, Live Vidio.com Jam 18.30 WIB

Dia menjelaskan, untuk pembunuhan biasa hukuman penjara maksimal 15 tahun. Pembunuhan biasa bisa saja ketika ada orang bertemu kemudian tanpa sengaja terjadi perkelahian dan salah satu pihak membawa senjata tajam hingga terjadilah pembunuhan, bisa pula penganiayaan yang menyebabhkan hilangnya nyawa seseorang.

"Pembunuhan berencana dengan ancaman pidana penjara ada 20 tahun, seumur hidup, bahkan pidana mati. Tetapi semua melihat dari motif terjadinya pembunuhan itu sendiri," katanya, Jumat (23/11/2018).

Dia juga menjelaskan, dalam pembunuhan biasa pun bisa saja melakukan pemenggalan kepala. Melalui motif pembunuhan maka bisa mengetahui apakah suatu pembunuhan berencana ataukah tidak.

Dalam mengetahui motif biasanya bisa didapat dari informasi masyarakat, mengumpulkan bukti-bukti yang dikumpulkan penyidik kepolisian, pada umumnya lebih sering menggunakan bukti-bukti dari penyidik kepolisian karena dirasanya lebih akurat.

Baca: Paula Verhoeven Masih Belum Bisa Move On dari Acara Siraman Pernikahannya, Begini Ungkapannya

Baca: Rumah Gisel dan Gading Kosong Usai Gisella Anastasia Gugat Cerai Gading Marten

Baca: Patrich Wanggai Optimistis Persib Juara Liga 1 2018 Geser PSM Makassar dan Persija Jakarta?

Dalam proses hukum suatu kasus pembunuhan secara umum, terlebih dulu pihaknya menunggu hasil penyidikan dari polisi, kemudian dari hasil itu mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi yang mengetahui suatu kejadian tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved