Bayi Kembar Siam

Saat sang Istri Hamil, Madi Tahu Anaknya Kembar, Tapi Tak Menyangka Lahir dalam Kondisi Seperti ini

Bayi kembar siam berjenis kelamin laki-laki lahir di Rumah Sakit Mulia Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kamis (22/11) sekitar pukul 13.00 Wita.

Saat sang Istri Hamil, Madi Tahu Anaknya Kembar, Tapi Tak Menyangka Lahir dalam Kondisi Seperti ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Jumat (23/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Bayi kembar siam berjenis kelamin laki-laki lahir di Rumah Sakit Mulia Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kamis (22/11) sekitar pukul 13.00 Wita.

Bayi yang lahir melalui operasi caesar tersebut memiliki satu badan dan dua kepala, tiga tangan, sepasang kaki dan tidak memiliki lubang anus.

Anak kedua dari pasangan Ismi dan Madi ini terlahir dalam keadaan sehat.

Sama seperti bayi lain, saat baru lahir dia menangis nyaring.

“Kami sudah ikhlas dan menerima, doakan supaya sehat dan bisa pulang,” kata warga Desa Haur Gading Kecamatan Haur Gading, Madi.

Baca: BKN Contohkan 5 Kasus Pelajari Sistem Ranking CPNS 2018 di Permenpan No 61 Tahun 2018 Bisa Lolos SKB

Baca: #OjekPahlawanKeluarga Trending di Twitter, Prabowo Sebut Lulusan Jadi Ojek Online

Baca: Cek 7 Syarat Peserta Tak Lolos Passing Grade Bisa Ikuti SKB CPNS 2018 dengan Sistem Ranking Dari BKN

Baca: Setelah Akad Nikah, Baim Wong dan Paula Verhoeven Nongkrong Bareng Mantan Baim

Madi mengatakan saat istrinya hamil dia sudah mengetahui bahwa anaknya akan kembar.

“Namun saat itu istri saya tidak pernah di USG,” ujarnya.

Karena faktor ekonomi lah, kata Madi, dia jarang memeriksakan kehamilan istrinya ke dokter.

“Hidup kami hanya pas-pasan. Terlebih lagi istri saya warga Kabupaten Tabalong, sehingga kami sering berpindah-pindah dan tidak menetap,” ujarnya.

Rencananya, kata Madi, setelah kesehatan istrinya pulih pascaoperasi, dia akan membawa pulang istri serta buah hatinya.

“Saya akan bawa istri dan anak saya ke Desa Haur Gading,” ujarnya.

Seorang kerabat Madi mengatakan sebelum melahirkan memang sudah diketahui ada kelainan saat diperiksa oleh bidan.

“Bahkan sempat dimintakan obat ke beberapa pengobatan tradisional,” ujar salah satu kerabat Madi.

Ismi dan Madi, kata dia, tidak terdaftar sebagai peserta BPJS.

“Seluruh biaya persalinan menggunakan tarif pasien umum,” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved