Mayat Perempuan dalam Mobil

Rekaman CCTV Membantu Polisi Melacak Jejak sang Pembunuh, ini Barang Bukti yang Ikut Disita

Kapolres Banjar AKBP Takdir Matanette, saat ditemui di Polsek Gambut, Sabtu (23/11), mengatakan dirinya mengapresiasi kinerja anggota Polres Banjar

Rekaman CCTV Membantu Polisi Melacak Jejak sang Pembunuh, ini Barang Bukti yang Ikut Disita
BPost Cetak
Banjarmasin Post Edisi Cetak Minggu (25/11/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kapolres Banjar AKBP Takdir Matanette, saat ditemui di Polsek Gambut, Sabtu (23/11), mengatakan dirinya mengapresiasi kinerja anggota Polres Banjar bersinergi bersama Resmob Dit Krimum Polda Kalsel dan Tim Inafis atas keberhasilannya membekuk tersangka Herman.

“Dalam waktu kurang dari 24 jam pascapenemuan mayat perempuan dalam mobil, pelakunya berhasil kami tangkap,” ujarnya.

Takdir menyebutkan tertangkapnya Herman tidak lepas dari CCTV yang sempat merekam wajah pelaku dan adanya informasi dari masyarakat.

"Dari rekaman CCTV dan beberapa keterangan saksi, kami berhasil membuat sketsa wajah pelaku,” ujarnya.

Berbekal dari sketsa wajah itu, petugas gabungan mendapat informasi keberadaan Herman di rumahnya Jalan Martapura Lama RT07, Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.

Baca: Sebelum Membunuh Levie, Herman Sudah Dua Kali Masuk Penjara, ini Pelanggaran Hukum yang Dilakukannya

Baca: Rundungi Anak Tiri Hingga Hamil, Pelaku Diamankan Jajaran Polsek Astambul

Baca: Lirik Lagu Hymne Guru di Peringatan Hari Guru Nasional, 25 November Untuk Guru Tercinta

Baca: Sakit Hati Istri Diajari Menyabu, Benjonson Bakar Tubuh Sudirman Hidup-hidup di Tengah Lapangan

“Sabtu (24/11) dini hari kami bergerak ke rumah Herman. Herman kami bekuk saat tertidur pulas. Ketika ditanya apakah benar namanya Herman, yang bersangkutan mengiyakan,” ujarnya.

Petugas kemudian dibawa Herman ke Polsek Gambut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Penangkapan terhadap Herman dipimpin Dir Reskrimum Polda Kalsel Kombes Sofyan Hidayat dan Kasubdit 3 Dit Reskrimum, Kasat Reskrim Polres Banjar,” ujarnya.

Pengakuan Herman, kata Takdir, dia dan korban ada hubungan pertemanan terkait bisnis.

“Keduanya kenal sekitar dua bulan lalu. Saat itu pelaku masih berada dalam penjara, terkait kasus senjata tajam,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved