Kriminalitas Banjarmasin

Bunuh Anak Sendiri, Raut Wajah Sang Ayah Terlihat Sedih saat Peragakan Adegan di Reka Ulang

Rekonstruksi itu menghadirkan tersangka Ahmad Nasirwan (38). Sedangkan korban RA (8) diperankan seorang anggota Polwan Polresta Banjarmasin.

Bunuh Anak Sendiri, Raut Wajah Sang Ayah Terlihat Sedih saat Peragakan Adegan di Reka Ulang
Jumadi
Kasus pembunuhan anak yang dilakukan ayah dilakukan rekonstruksi di ruang Reskrim Polresta Banjarmasin, Senin (26/11/2018) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih ingat seorang ayah yang melakukan penganiayaan terhadap anaknya sendiri, sampai meninggal dunia. Kasus ini dilakukan rekonstruksi di ruang Reskrim Polresta Banjarmasin, Senin (26/11/2018) siang.

Rekonstruksi itu menghadirkan tersangka Ahmad Nasirwan (38). Sedangkan korban RA (8) diperankan seorang anggota Polwan Polresta Banjarmasin.

Tersangka tampak memeragakan adegan demi adegan, dan tak sedikitpun di wajahnya terlihat sedih atau ragu. Adegan pertama korban RA datang ke rumah seorang diri.

Baca: Ayah yang Tega Cabuli Putrinya Selama 14 Tahun Mengaku karena Nafsu Besar

Kedatangan RA diketahui oleh ayahnya, Ahmad Nasirwan. Sang ayah (tersangka) mengatakan kenapa pulang terlambat. Dijawab sempat ditahan satpam masjid di kampungnya, karena dituduh mencuri uang kotak amal.

Lalu tersangka menyuruh RA masuk ke dalam dan mandi. Adegan berikutnya usai mandi, tersangka mengambil palu (tukul) dan mendatanggi anaknya di kamar mandi. Setelah bertemu tersangka memukulkan palu ke bagian kaki kiri dan kanan. Namun korban RA berusaha menghindar.

Merasa tidak puas, tersangka memukulkan palu lagi ke bagian kepala sebelah kanan korban. Pukulan itu membuat korban RA menanggis sejadi-jadinya.

Baca: VIDEO - Rebutan Jadwal Giliran Angkut Pasir Berujung Tebasan di Leher, Ikun Saleh Tewas Mengenaskan

Kali ini korban dianiaya menggunakan sabuk atau ikat pinggang, sampai tubuh anak itu jatuh dengan posisi terbaring. Akibat keras dan sadisnya siksaan yang dilakukan oleh ayahnya sendiri, mengakibatkan tubuh korban lemas dan tak sadarkan diri.

Melihat anaknya tak berdaya, membuat tersangka mendadak panik. Selanjutnya tersangka mengeluarkan motornya untuk membawa korban ke rumah sakit.

Sebelum menuju ke Rumah Sakit Islam, tersangka mengajak dua temannya, (saksi) Jibril dan saksi Joda dengan membawa korban. Reka ulang siperagakan tersangka sebanyak 29 adegan.

Pada salah satu adegan, wajah tersangka sempat terlihat menunduk. Mungkin sedih teringat anaknya yang sudah meninggal dunia akibat ulahnya sendiri.

Rekonstruksi dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Ade Papa Rihi, dari kejaksaan serta dari LBH. Sekitar 15 anggota berpakaian preman mengamankan jalannya reka ulang. (Banjarmasinpost.co.id/jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved