Mistis Dunia Seni Peran Banjar

Gelar Selamatan Supaya Pementasan Tidak ada Gangguan

Ketika mengangkat legenda atau tokoh dalam pementasan teater, sutradara maupun penulis naskah harus banyak mencari referensi melalui narasusumber

Penulis: Salmah | Editor: Rendy Nicko
istimewa/ dokumen Bayu Bastari
Bayu Bastari Setiawan SPd, seniman peran asal Rantau, Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ketika mengangkat legenda atau tokoh dalam pementasan teater, sutradara maupun penulis naskah harus banyak mencari referensi melalui narasusumber maupun media lain macam buku dan internet.

Seperti halnya ketika akan mengangkat cerita Putri Junjung Buih, harus menggali karakternya, memahami bagaimana parasnya yang cantik juga wibawa. Begitu pula tokoh Lambung Mangkurat bagaimana profilnya.

Selain itu, juga perlu diadakan selamatan. Selamatan adalah doa bersama dengan tujuan untuk mendapatkan keselamatan dan perlindungan dari Allah Yang maha Kuasa. Umumnya selamatan ditutup makan bersama sekadarnya.

Dalam dunia seni peran, sebelum pementasan teater ada yang didahului dengan selamatan, khususnya jika karya dipentaskan seputar legenda dan tokoh.

Baca: Sebelum Pentaskan Legenda dan Tokoh Besar Banjar Tradisi Permisi Wajib Dilakukan

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Champion di RCTI Malam Ini Kamis (29/11), Liverpool, PSG, Madrid Main

Baca: Jadwal & Live Streaming Kalteng Putra vs PSS Sleman Leg 2 Semifinal Liga 2 2018 Sore ini

Baca: Hasil Lengkap & Klasemen Liga Champion 2018 Matchday 5, 7 Tim Susul Barcelona di 16 Besar

Bastari Setiawan SPd, salah seorang seniman peran di Kalsel, selamatan merupakan nilai-nilai religi dengan berserah diri kepada Tuhan, minta pertolongan kelancaran fisik dan terhindar gangguan bersifat supranatural.

"Karena ada saja gangguan ketika latihan. Pengalaman kami saat latihan teater yang mengangkat legenda atau tokoh, ada pemain yang kesurupan," ungkapmya.

Bayu menyatakan, sebagai muslim ia percaya hal gaib apalagi dalam Al Quran jelas disebutkan bahwa ada alam manusia dan alam gaib. Jadi kita harus saling menghargai dan tidak mengganggu.

"Insya Allah jika diawali doa bersama maka kegiatan bisa berjalan lancar," ujar Bayu.

Baca: Reaksi Prabowo Subianto Saat Dapat Transfer Rp 20 Ribu untuk Perjuangan di Pilpres 2019

Baca: Hasil Akhir Juventus vs Valencia Liga Champion 2018, Skor 1-0, Umpan Ronaldo Berbuah Gol

Baca: Hasil Akhir AS Roma vs Real Madrid Liga Champions 2018, Skor 0-2, Gareth Bale Cetak Gol

Baca: Hasil Manchester United vs Young Boys Liga Champion 2018, Skor Akhir 1-0, Gol Dramatis Fellaini

Tak dipungkiri Bayu, kesurupan atau kerasukan jin memang bisa terjadi saat latihan maupun ketika di atas pentas. Hal ini tentunya dapat menggangu pementasan teater.

Bayu juga mengingatkan kepada para pemain agar sebelum tampil mengawali dengan doa. Kemudian di akhir pertunjukan kembali berdoa sebagai tanda syukur.

Satu hal lagi yang mesti disertakan dalam pertunjukan teater yang mengangkat legenda adalah piduduk sebagai tradisi budaya agar tidak diganggu mahluk halus. Bagaimana piduduk itu? Simak kisah selanjutnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved