Prakiraan Cuaca di Kalsel Rabu (27/11), Daerah Ini Berpotensi Terjadi Hujan Deras & Angin Kencang

Prakiraan Cuaca di Kalsel Rabu (27/11), Daerah Ini Berpotensi Terjadi Hujan Deras & Angin Kencang

Prakiraan Cuaca di Kalsel Rabu (27/11), Daerah Ini Berpotensi Terjadi Hujan Deras & Angin Kencang
KOMPAS PRINT/ JOHANE GALUH BIMANTARA
CUACA -- Prakirawan memantau citra radar cuaca di Ruang Pusat Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kemayoran, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. BMKG memperkirakan musim kemarau tahun 2015 berlangsung normal. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas 2 Syamsudin Noor, Rabu (28/11/2018) mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa daerah di Kalsel.

Cuaca ekstrem yang dimaksud adalah adanya potensi terjadinya Hujan Lebat disertai petir dan Angin Kencang.

Dikutip dari laman BMKG Kalsel beberapa daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem adalah Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Baritokuala, Tapin, Tanahlaut, Tanahbumbu dan Kotabaru.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Champion di RCTI Malam Ini Kamis (29/11), Liverpool, PSG, Madrid Main

Baca: Jadwal & Live Streaming Kalteng Putra vs PSS Sleman Leg 2 Semifinal Liga 2 2018 Sore ini

Baca: Reaksi Prabowo Subianto Saat Dapat Transfer Rp 20 Ribu untuk Perjuangan di Pilpres 2019

Baca: Ada Penari yang Kerasukan, Piduduk Langsung Diterbangkan Pakai Pesawat dari Banjarmasin

Baca: Jawaban Manajer Barito Putera Saat Hansamu Yama Dilirik Tim Thailand Jelang Liga 1 2018 Usai

Sedangkan untuk kelembapan dan suhu di seluruh daerah di Kalsel merata berada di angka 65-100 untuk kelembapannya dan 24-32 derajat celcius suhu udaranya.

Sementara itu, rilis dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang telah memantau dan menganalisis curah hujan yang menunjukkan bahwa sebagian wilayah Jawa telah diguyur hujan selama beberapa pekan terakhir yang menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan longsor.

Dalam keterangannya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo menjelaskan bahwa adanya sirkulasi angin tertutup di Laut Jawa yang cukup persisten hingga 3 hari ke depan yang mengakibatkan terbentuknya daerah pertemuan angin di sepanjang Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara Timur. Kondisi cuaca tersebut memberikan dampak pada peningkatan pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Baca: Hasil Lengkap & Klasemen Liga Champion 2018 Matchday 5, 7 Tim Susul Barcelona di 16 Besar

Baca: Hasil Akhir Juventus vs Valencia Liga Champion 2018, Skor 1-0, Umpan Ronaldo Berbuah Gol

Baca: Hasil Manchester United vs Young Boys Liga Champion 2018, Skor Akhir 1-0, Gol Dramatis Fellaini

Baca: Hasil Akhir Manchester City vs Olympique Lyon Liga Champions 2018, Skor 2-2, Laga Dramatis City

Baca: Hasil Akhir AS Roma vs Real Madrid Liga Champions 2018, Skor 0-2, Gareth Bale Cetak Gol

"Selain itu, adanya aliran massa udara basah yang masuk dari Samudera Hindia turut mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Tenggara serta Maluku. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang khususnya di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam 5 (lima) hari ke depan (26 - 30 November 2018)," tambah Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak lanjutan yang dapat ditimbulkan kondisi cuaca tersebut seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

(banjarmasinpost.co.id/rendy nicko)

Penulis: Rendy Nicko
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved