Mata Najwa

Bukti Pengaturan Skor Liga Indonesia Mengemuka, Persija Jakarta dan PSM Makassar Wajib Waspada

Bukti nyata pengaturan skor di sepakbola Indonesia baik Liga 1 2018 maupun Liga 2018 mengemuka ke khalayak. Persija Jakarta dan PSM Makassar Waspada

Bukti Pengaturan Skor Liga Indonesia Mengemuka, Persija Jakarta dan PSM Makassar Wajib Waspada
Grafis TribunKaltim.co/Syaiful Syafar
PSM Makassar vs Persija Jakarta 

"Gini Pak Dayat, ini demi sepakbola kita ya, jadi Pak Dayat pernah mengajak saya untuk agar Madura FC itu pada babak penyisihan saat kami away di Sleman mengalah pada Sleman," kata Yanuar.

"Terus?," jawab Hidayat singkat.

Jawaban Hidayat ini menimbulkan keriuhan dan tertawaan di studio Mata Najwa.

"Itu bapak mengaku nggak?," kata Yanuar mempertegas pertanyaanya.

"Begini waktu itu saya diskusi dengan manajemen Madura FC yang lama, kami nggak tahu dengan Pak Yanuar, Manajer Madura FC ini saya ketemu saat Kongres yang lama, kemudian saya dapat tugas oleh kawan-kawan benar nggak ada permainan yang," ujar Hidayat.

Belum selesai Anggota Exco PSSI tersebut menjawab, Januar memotong perkataan karena dirasa keluar dari ranah yang ditanyakan.

"Gini aja Pak Dayat, Pak Dayat jangan masuk ke ranah manajemen kami karena saya memang ditunjuk sebagai manejer, maksud saya Pak Dayat mengaku nggak kalau pernah mengajak saya untuk mengalah pada Sleman?," kata Manajer Madura FC.

"Mengajak?," jawab Hidayat kembali bertanya.

"By telepon, mengajak saya agar," ujar Januar terputus.

"Oh gini-gini kronologinya supaya lurus ya, kalau yang namanya pengaturan skor itu sistem, apa aku pernah komunikasi lagi kemudian anda merasa Madura FC itu saya ganggu atau saya rugikan, bla bla," kata Hidayat yang kembali tak memberikan jawaban.

Januar lalu menegaskan pertanyaan yang sama seperti ditanyakan oleh Najwa.

"Enggak, Pak Dayat kenapa kok tidak menjawab pertanyaan saya bahwa Pak Dayat pernah meminta saya mengalah pada Sleman? Itu dulu, tolong jawab iya dan tidak," tegas Yanuar.

"Nanti dulu, kayak hakim saja, nggak bisa kayak gitu," jawab Hidayat.

Jawaban dari Hidayat ini sontak kembali memancing keriuhan dari para penonton dan narasumber yang hadir.

Mereka menertawakan jawaban Hidayat sembari bertepuk tangan.

"Whuaaa, hahaha," tawa para hadirin.

"Waktu itu saya mau ketemu di Surabaya, mas mau main sama Sleman saya mau ketemu, habis itu nggak ketemu kemudian saya ketemu sama manejemen Madura FC saya diskusikan kenapa pada tahun sebelumnya Madura FC ini," kelit Hidayat lagi.

"Di Madura FC itu ketemu sama siapa pak?," tegas Januar.

"Sebentar saya tak cerita dulu, supaya tidak salah, mas kayaknya ada permintaan dari Sleman mau ada pergantian, tapi itu bener tapi tolong komunikasi sendiri, saya tidak minta Madura untuk ngalah," jawab Hidayat.

Sebelumnya, Hidayat disebutkan Januar meminta Madura FC agar mengalah pada saat babak delapan besar Liga 2 ketika bertemu PSS Sleman.

Bahkan, Januar diiming-imingi uang Rp 100 juta bila menyetujui kesepakatan tersebut.

Dalam laga itu, Madura FC menelan kekalahan 0-1 dari tuan rumah PSS di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Gol semata wayang PSS dicetak oleh pemain Madura FC, Choirul, yang mencetak gol bunuh diri pada menit ke-83.

"Ketika saya tiba di Yogyakarta, ada yang menelepon dan meminta Madura FC agar mengalah dari PSS. Nanti PSS juga akan mengalah kalau bermain di Sumenep, tapi kami tegaskan tidak mau," kata Januar.

"Dia sampai mengeluarkan angka dan menjamin bahwa PSS akan mengalah. Mengeluarkan angka Rp 100 juta untuk saya," ucap Januar menambahkan.

Lebih lanjut Yanuar mengatakan bahwa Hidayat meminta jangan membilang ke presiden Madura FC terkait pengaturan skor tersebut.

Hidayat pun menaikkan uang menjadi Rp 110 juta kepada Januar.

"Dia naikan menjadi Rp 110 juta tapi kami tolak. Setelah itu dia mungkin kesal, dia mengancam saya. Dia bilang, saya beli pemain kamu, saya jawab silahkan."

"Artinya dia bisa membeli pemain Madura FC. Bagi saya itu entah gertak sambal, tapi sudah melebihi kepatutan sebagai Exco PSSI," kata Januar.

Januar sangat menyayangkan adanya pengaturan skor yang dilakukan oleh Exco PSSI seperti Hidayat.

Dengan adanya kabar seperti itu, menurut Januar akan membuat kasihan para anggota Exco PSSI lainnya.

"Exco itu inner circle kekuasaan di PSSI, masa bermental seperti makelar. Kasihan jabatan Exco kalau dia melakukan hal seperti itu."

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul PSM Makassar dan Persija Jakarta Wajib Waspada, Ini Bukti Pengaturan Skor Nyata di Sepakbola Kita

Baca: Langkah Manajer Persib Bandung Melengserkan Edy Rahmayadi dari Ketua PSSI, Dorong KLB!

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved