Berita Kabupaten Banjar

Warga Merasa Tak Tanda Tangan Pembangunan SPBU SPBU di Astambul, Pemilik Klaim Hal Ini

Khawatir nantinya dalam operasional SPBU tersebut limbahnya mengenai lahan pertanian dan kolam ikan yang bersebelahan dengan batas tanah SPBU.

Warga Merasa Tak Tanda Tangan Pembangunan SPBU SPBU di Astambul, Pemilik Klaim Hal Ini
banjarmasinpost.co.id/hasby
Pembangunan SPBU di Astambul yang dikeluhkan warga setempat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -- Pembangunan SPBU di Jalan A Yani Km 48 Astambul Kabupaten Banjar menjadi keluhan warga. Khawatir nantinya dalam operasional SPBU tersebut limbahnya mengenai lahan pertanian dan kolam ikan yang bersebelahan dengan batas tanah SPBU.

Seorang warga Astambul, Zainal heran, pasalnya sepengetahuannya dalam sebuah pembangunan SPBU harulah terlebih dulu mengantongi izin warga sekitar atau minimal ada pemberitahuan. Namun dirinya hingga kini belum pernah dimintai tandatangan persetujuan dibangunnya SPBU yang lokasinya persis bersebelahan dengan kolam ikan miliknya.

Proses pembangunan SPBU itu sendiri kini sedang berjalan. Menjadi kekhawatirannya jika nantinya limbah SPBU mengenai kolam ikannya. Luas tanah yang dimilikinya seribu meter persegi, berbatasan dengan pondasi SPBU yang diketahui milik H Asmawi.

Baca: Reuni Akbar 212 - Curhat Mulan Jameela dan Adik Syahrini Saat Ikut Reuni Akbar 212 di Lapangan Monas

Baca: Adik Syahrini Ikuti Reuni Akbar 212, Perlihatkan Pemandangan Indah di Akhir Acara

Baca: Hotman Paris Sempat Diduga Teroris dan Ditangkap Polisi di Milan, Karena Simpan Uang di Kaus Kaki?

"Bukannya apa-apa, cuma minta kejelasannya saja, karena saya tidak pernah memberikan tandatangan persetujuan di sebelah batas tanah saya akan dibangun SPBU. Tidak ada pula pemberitahuan secara langsung sebelumnya kepada saya selaku pemilik tanah yang bersebelahan persis," katanya, Minggu (2/12).

Warga Astambul lainnya, Hana mengaku, dirinya juga tidak mengetahui kalau ada pembangunan SPBU persis disebelah lahan miliknya. Bahkan tidak ada juga mendapat penjelasan dari pemilik, bahwa akan ada pembangunan SPBU, namun dirinya mengaku pernah memberikan tandatangan tetapi tidak mengetahui jika ternyata digunakan untuk mengantongi izin pembangunan SPBU.

"Masalahnya, tidak ada penjelasan dari pemilik. Seingat saya proses menguruk tanah dalam pembangunan SPBU di Astambul itu antara satu bulan atau dua bulan sebelum puasa lalu," katanya.

Pemilik SPBU, H Asmawi ketika dikonfirmasi mengatakan, tanah sekitar SPBU yang dibangunnya saat ini merupakan tanah milik anak-anaknya sendiri. Dirinya juga sudah memberikan jarak masing-masing 14 meter yang langsung berbatasan dengan tanah warga.

"Sudah saya beri jarak sekitar 14 meter, tujuannya agar menghindari komplai dari masyarakat. Tentunya menjadi harapan saya, kalau SPBU sudah beroperasional, tidak ada permasalahan kedepannya," singkatnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banjar, Ahmad Hairudin Fahri ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu menjelaskan, SPBU di Jalan A Yani Astambul Kabupaten Banjar sudah terbit perizinannya beberapa bulan lalu. Terkait perizinan, menurutnya sudah lengkap semua dan tidak ada masalah.

Baca: Kronologi Pesawat Lion Air JT 310 Tujuan Banjarmasin Batal Terbang dari Bandara Juanda Surabaya

Baca: Reuni Akbar 212 - Begini Pesan Menyentuh Teuku Wisnu Irwansyah dan Arie Untung, Ingatkan Persatuan

Baca: Isu Pengaturan Skor Liga 2 2018 - Kalteng Putra Sudah Kapling Tiket Terakhir Promosi ke Liga 1 2019?

"Secara administrasi perizinan tidak ada masalah. Seharusnya, kalau ada keluhan maka bisa menyampaikan langsung kepada kami dan akan kami coba memfasilitasi dengan mempertemukan mereka," katanya.

Dia menjelaskan, secara adminstrasi jika sudah terbit perizinannya, maka artinya warga sekitar sudah memberikan izin. Karena secara administratif dalam permohonan perizinan, salah satu syaratnya adalah mengantongi persetujuan dari warga sekitar.

"Bagi yang berbatasan dengan lokasi yang mengajukan izin, maka secara langsung ada tanda tangan pemilik-pemilik lahan yang berbatasan. Ini juga menjadi salah satu syarat dalam pengurusan dokumen UPL, konsultan SPBU yang bersangkutan juga sudah mengantongi izin terkait UPL," jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved