Semangat Bidan di Wilayah Terpencil

Ditempatkan di Wilayah Terpencil Balangan, Bidan Cantik Ini Justru Bersemangat

Status daerah terpencil di Kabupaten Balangan hingga kini masih ada, terutama di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi dan Halong.

Ditempatkan di Wilayah Terpencil Balangan, Bidan Cantik Ini Justru Bersemangat
istimewa
Susilawati, bidan PTT yang ditempatkan di wilayah Tebing Tinggi, Balangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Status daerah terpencil di Kabupaten Balangan, Kalsel hingga kini masih ada, terutama di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi dan Halong.

Adanya daerah terpencil tentu saja harus memerlukan jangkauan atau kepastian terkait pelayanan baik itu kesehatan, pendidikan, serta pelayanan lainnya.

Banjarmasinpost.co.id kali ini akan menceritakan sosok seorang bidan cantik yang ditempatkan diwilayah terpencil, keuletan serta semangatnya dalam memberikan pelayanan serta hal unik dan menarik.

Ia adalah Susilawati, Am. Keb, kepada banjarmasinpost.co.id ia mengatakan, di tempatkan pertama kali di wilayah terpencil sebagai bidan PTT pusat pada tanggal 01 April 2012.

Baca: Pesawat Lion Air Tujuan Banjarmasin Batal Terbang, Satu Penumpangnya Ternyata Ketua IDI Kalsel

Baca: Reuni Akbar 212 - Begini Salam Ustadz Abdul Somad yang Ramaikan Twitter

Baca: Daftar Instansi & Link Pengumuman Hasil Tes SKD & Peserta SKB CPNS 2018, Cek Juga sscn.bkn.go.id

Baca: Hari InI BKPPD Kotabaru Umumkan Hasil SKD CPNS 2018 Siang Ini, Ayo Cek Nama Anda!

Saat itu wilayahnya Dayak Pitap masih jadi 1 yang terdiri dari Ajung, Iyam dan Kambiyain.

"Jadi saat itu daerah binaan saya ada 3 desa dan 4 anak desa," ungkapnya.

Menurut Susilawati, terhitung dari tanggal 1 April 2012 s/d 30 November 2018 sekarang kurang lebih sudah 6 tahun 7 bulan membina daerah terpencil sebagai bidan.

Bidan Susilawati, saat melakukan tugas di wilayah terpencil di Desa Dayak Pitap, Kecamatan Halong, Balangan
Bidan Susilawati, saat melakukan tugas di wilayah terpencil di Kecamatan Tebing Tinggi, Balangan (istimewa)

Ia menceritakan, tak ada keraguan atau kebingunan sedikitpun saat dirinya menerima keputusan ditempatkan sebagai bidan di wilayah terpencil.

"Saya malah semangat, alasannya karena pada saat sebelum ada bidan ditempatkan di sana, hampir semua persalinan ditolong dukun kampung (DK), bahkan pernah kejadian ada kematian ibu sekaligus bayi yang di lahirkan, pada saat itu penolong persalinan di bantu oleh DK," ujarnya.

Baca: Irwan Mussry Saksikan Ahmad Dhani & Maia Estianty Pelukan Ala Jokowi-Prabowo di Ultah Al Ghazali

Baca: Hasil Lengkap Liga Inggris - Manchester City, Liverpol Kokoh di Puncak Klasemen, Arsenal Menyodok

Baca: Bapak Kakanwil, Kapan Tunjangan Kinerja PNS Di Bawah Kemenag Kalsel Dibagikan?

Baca: Klasemen Liga 1 2018 Pekan 33 Usai Hasil Bali United vs Persija 1-2, Geser PSM, Persija Juara?

Menurutnya, itulah yang menjadi tantangan dan sekaligus semangat untuk membina daerah tersebut agar mengurangi pertolongan persalinan oleh DK.

Susilawati, Am.Keb, bidan PTT yang ditempatkan di wilayah Dayak Pitap, Balangan
Susilawati, Am.Keb, bidan PTT yang ditempatkan di Kecamatan Tebing Tinggi, Balangan (istimewa)

"Bahkan niat saya tidak akan ada lagi persalinan yang dilakukan oleh DK, yang tujuan utamanya agar tidak lagi terjadi kematian ibu dan bayi yang ditangani oleh DK, dan seiring berjalannya waktu Tuhan mempermudah segala niat yang saya usahakan akhirnya persalinan hampir 99 persen sudah ditangani oleh bidan. Dan sampai sekarang tidak pernah lagi terjadi kematian ibu dan bayi yang disebabkan oleh komplikasi kebidanan hingga saat ini," tutupnya. (banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved