Semangat Bidan di Kawasan Terpencil

Perjuangan Bidan Susilawati Menyelamatkan Bayi Lahir, Berjalan Tiga Jam Lewati Gunung dan Sungai

Memberikan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil tentu saja berbeda dengan daerah yang dekat dengan perkotaan atau keramaian.

Perjuangan Bidan Susilawati Menyelamatkan Bayi Lahir, Berjalan Tiga Jam Lewati Gunung dan Sungai
istimewa
Bidan Susilawati saat memeriksa kesehatan ibu hamil di wilayah Tebing Tinggi, Balangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Memberikan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil tentu saja berbeda dengan daerah yang dekat dengan perkotaan atau keramaian.

Bidan Susilawati, Am. Keb kepada banjarmasinpost.co.id membeberkan pengalaman uniknya yang tak pernah terlupakan sebagai bidan saat memberikan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil di Halong dan Tebing Tinggi, Balangan.

Diceritakannya pengalaman unik tersebut adalah ketika saat dipanggil ke rumah warga untuk menolong persalinan.

"Saat itu ketika saya datang ke rumah pasien yang mau melahirkan, saya dilarang masuk kedalam rumah oleh pihak keluarga khususnya ortu pasien, saya kebingungan sekaligus merasa aneh, kok saya dipanggil tapi gak dibolehkan masuk, padahal saya dipanggil, setelah saya mencari tahu dengan keluarga yang lain, ternyata saya tidak di izinkan masuk karena pasien masih dirituali (dihiaga) oleh seorang balian/dukun," beber bidan berkulit putih tersebut.

Baca: Ditempatkan di Wilayah Terpencil Balangan, Bidan Cantik Ini Justru Bersemangat

Baca: Pesawat Lion Air Tujuan Banjarmasin Batal Terbang, Satu Penumpangnya Ternyata Ketua IDI Kalsel

Baca: Reuni Akbar 212 - Begini Salam Ustadz Abdul Somad yang Ramaikan Twitter

Baca: Daftar Instansi & Link Pengumuman Hasil Tes SKD & Peserta SKB CPNS 2018, Cek Juga sscn.bkn.go.id

Padahal menurutnya, saat itu pasien yang mau melahirkan sudah mulai sekarat, saat itu ia merasa kebingungn apa yang harus dilakukan, di sisi lain adat dan tradisi orang yang harus dihargai, di sisi lain ada seorang ibu yang berjuang untuk melahirkan dalam keadaan yang sudah sangat lemah.

"Akhirnya saya memutuskan untuk berbicara langsung dengan dukun tersebut dan kedua ortu pasien, kalau pasien sudah harus ditangani secepatnya, kalau memang saya tidak dibolehkan masuk untuk menolong persalinan saya bilang saya "pulang" dan kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saya tidak bertanggung jawab," ujar Susilawati.

Susilawati memeriksa kesehatan bayi di wilayah Dayak Pitap
Susilawati memeriksa kesehatan bayi di wilayah Dayak Pitap (istimewa)

Lebih lanjut, bahkan dirinya sempat minta surat persetujuan menolak dilakukan tindakan dari pihak keluarga, kalau memang tidak boleh masuk melakukan pertolongan. Akhirnya setelah melihat kondisi pasien yang memang gawat darurat, akhirnya pihak keluarga memperbolehkan masuk dan langsunh melakukan pertolong persalinan.

Saat itu, dengan susah payah akhirnya bayirnya bisa dilahirkan dan ibunya selamat, tapi dua minggu kemudian keluarga datang lagi ke rumah mengatakan kalau bayi yang dua minggu lalu dilahirkan sakit, tanpa berpikir panjang ia langsung mendatangi dan jarak yang di tempuh tidaklah mudah, ia harus berjalan kaki dan menyeberang sungai serta mendaki gunung, karena pada saat itu jalan masih tanah merah yang ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam.

Baca: Foto Maia Estianty dan Irwan Mussry Saat Pacaran Ini Luput dari Jepretan Akun Gosip, Ini Kata Maia

Baca: Irwan Mussry Saksikan Ahmad Dhani & Maia Estianty Pelukan Ala Jokowi-Prabowo di Ultah Al Ghazali

Baca: Pesawat Sudah Jalan dan Siap Take Off, Tiba-tiba Kembali ke Apron, Penumpang Bingung

Baca: Klasemen Liga 1 2018 Pekan 33 Usai Hasil Bali United vs Persija 1-2, Geser PSM, Persija Juara?

"Sesampainya di rumah, ternyata memang benar bayi yang dilahirkan dua minggu yang lalu memang sangat kritis, bahkan keluarganya pun sudah mengira bayinya sudah meninggal. Setelah saya periksa dan diberikan tindakan resusitasi (pemberian nafas buatan) ada terdengar detakan jantung, setelah terdengar ada detakan jantung tersebut tanpa pikir panjang lagi bayi tersebut langsung saya rujuk ke RS Balangan dengan penuh perjuangan," ungkapnya.

Masih diceritakannya, saat sepanjang jalan ia harus melakukan nafas buatan hingga ke RS Balangan. Sesampainya di RS ternyata bayi di diagnosa sepsis akibat tali pusat yang belum kering tapi diberi ramuan herbal oleh keluarga, akhirnya infeksi.

Bidan Susilawati, saat melakukan tugas di wilayah terpencil di Desa Dayak Pitap, Kecamatan Halong, Balangan
Bidan Susilawati, saat melakukan tugas di wilayah terpencil di Kecamatan Tebing Tinggi, Balangan (istimewa)

Padahal sebelumnya sudah diberikan nasehat untuk tidak membubuhi tali pusat dengan ramuan apapun, tapi pihak keluarga tidak menuruti nasihat yang disampaikan yang pada akhirnya berujung infeksi, tapi setelah kejadian tersebut warga sekitar mulai sedikit sadar untuk tidak membubuhi tali pusat dengan ramuan.

"Itulah tantangannya serta menjadi pengalamam berharga dalam menjalankan tugas sebagai bidan," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved