Semangat Bidan di Wilayah Terpencil

Semangat Susilawati Mengabdi di Wilayah Terpencil Mengantarkannya Raih Juara 3 Bidan Teladan

Semangat serta komitmen tinggi bertugas melayani warga di wilayah terpencil sebagai bidan mengantarkan Susilawati raih penghargaan bidan teladan.

Semangat Susilawati Mengabdi di Wilayah Terpencil Mengantarkannya Raih Juara 3 Bidan Teladan
istimewa
Susilawati memperlihatkan piala yang diraihnya sebagai bidan teladan III se Kabupaten Balangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Semangat serta komitmen yang tinggi dalam menjalankan tugas melayani warga di wilayah terpencil sebagai bidan mengantarkan Susilawati, Am Keb meraih sebuah penghargaan dari pemerintah Kabupaten Balangan.

Tepatnya pada tanggal 23 Maret 2017 lalu ia pernah mendapatkan juara 3 sebagai Bidan Teladan.

Ia menceritakan, tak ada keraguan atau kebingunan sedikitpun saat dirinya menerima keputusan ditempatkan sebagai bidan di wilayah terpencil.

"Saya malah semangat, alasannya karena pada saat sebelum ada bidan ditempatkan disana, hampir semua persalinan ditolong dukun kampung (DK), bahkan pernah kejadian ada kematian ibu sekaligus bayi yang di lahirkan, pada saat itu penolong persalinan di bantu oleh DK," ujarnya.

Baca: Cerita Bidan Susilawati Mencium Bau Aneh dan Merinding Saat Melewati Hutan Tolong Persalinan

Baca: Tolong Warga Melahirkan di Kaki Gunung Hauk, Balangan, Bidan Susilawati Jalan Kaki 6 Jam Bawa Obor

Baca: Tradisi Palas Bidan, Susilawati Dikasih Beras, Pisang, Kelapa dan Gula Merah Usai Bantu Persalinan

Menurutnya, itulah yang menjadi tantangan dan sekaligus semangat untuk membina daerah tersebut agar mengurangi pertolongan persalinan oleh DK.

"Adanya penghargaan tersebut membuat saya lebih bersemangat lagi mengabdikan diri kepada masyarakat dengan memberikan pelayanan terbaik," tutupnya.

Susilawati membawa peralatan saat mengunjungi warga Dayak Pitap, Halong, Balangan, Kalsel
Susilawati membawa peralatan saat mengunjungi warga pelosok Kecamatan Tebing Tinggi, Balangan, Kalsel (ist)

Mengurangi Persalingan DK

Susilawat mengatakan, di tempatkan pertama kali di wilayah terpencil di Kecamatan Bukit Tinggi dan Halong, Balangan, sebagai bidan PTT pusat pada tanggal 01 April 2012.

Saat itu wilayahnya Dayak Pitap masih jadi 1 yang terdiri dari Ajung, Iyam dan Kambiyain.

"Jadi saat itu daerah binaan saya ada 3 desa dan 4 anak desa," ungkapnya.

Baca: Perjuangan Bidan Susilawati Menyelamatkan Bayi Lahir, Berjalan Tiga Jam Lewati Gunung dan Sungai

Baca: Ditempatkan di Wilayah Terpencil Balangan, Bidan Cantik Ini Justru Bersemangat

Baca: Daftar Instansi & Link Pengumuman Hasil Tes SKD & Peserta SKB CPNS 2018, Cek Juga sscn.bkn.go.id

Lebih lanjut disampaikannya, terhitung dari tanggal 1 April 2012 s/d 30 November 2018 sekarang kurang lebih sudah 6 tahun 7 bulan membina daerah terpencil sebagai bidan.

Ia menceritakan, tak ada keraguan atau kebingunan sedikitpun saat dirinya menerima keputusan ditempatkan sebagai bidan di wilayah terpencil.

Susilawati, Am.Keb, bidan PTT yang ditempatkan di wilayah Dayak Pitap, Balangan
Susilawati, Am.Keb, bidan PTT yang ditempatkan di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, Balangan (ist)

"Saya malah semangat, alasannya karena pada saat sebelum ada bidan ditempatkan di sana, hampir semua persalinan ditolong dukun kampung (DK), bahkan pernah kejadian ada kematian ibu sekaligus bayi yang di lahirkan, pada saat itu penolong persalinan di bantu oleh DK," ujarnya.

Menurutnya, itulah yang menjadi tantangan dan sekaligus semangat untuk membina daerah tersebut agar mengurangi pertolongan persalinan oleh DK.

(banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved