Berita Banjarmasin

Bedah Buku Mengenai Zafry Zamzam, Pakar Sejarah Inginkan ini

Buku ini dibedah langsung oleh Pakar Sejarah Universitas Lambung Mangkurat, Drs Yulisliani Noor, M.Pd.

Bedah Buku Mengenai Zafry Zamzam, Pakar Sejarah Inginkan ini
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Bedah buku yang dilakukan UIN Antasari di Auditorium Mastur Jahri, UIN Antasari, Selasa (04/12/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari menggelar bedah buku.

Diantaranya buku mengenai ketokohan Zafry Zamzam.

Buku karya H M Laily Mansur, ini diberi judul
Zafry Zamzam Kehidupan, Kegiatan, dan Pemikiran dilaksanakan di Auditorium Mastur Jahri, UIN Antasari, Selasa (04/12/2018).

Buku ini dibedah langsung oleh Pakar Sejarah Universitas Lambung Mangkurat, Drs Yulisliani Noor, M.Pd. Menurut Yulisliani, Zafry Zamzam bahkan layak menjadi pahlawan nasional dari Kalimantan Selatan.

Menurutnya, Zafry Zamzam merupakan tokoh pendidikan di mana ia menjadi Rektor pertama UIN Antasari yang sebelumnya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari.

Baca: Deretan Foto Berhijab Linswell Kwok yang Kini Mualaf, Peraih Emas Wushu Asian Games 2018

Baca: Fokus Desy Ratnasari Setelah Pernikahan Maia Estianty dan Irwan Mussry, Bukan Soal Menikah!

Baca: Jawaban Mengejutkan Vicky Prasetyo Soal Lebih Cinta Angel Lelga atau Zaskia Gotik pada Raffi Ahmad

Baca: Reaksi Hotman Paris pada Pengacara yang Nyinyir, Pamer Prestasi di Instagram, Sindir Farhat Abbas?

Tak hanya itu, menurutnya, Zafry Zamzam layak menjadi pahlawan nasional karen bagian dari pejuang revolusi fisik bahkan masuk dalam jajaran Pemerintahan Gubernur Pertahanan Kalimantan.

Bahkan, Zafry Zamzam juga menjadi Ketua PWI Pertama di Kalimantan Selatan serta menjad pendiri Majalah Republik.

"Dalam sejarah ia juga sebagai anggota Dewan Banjar yang gigih di dalam memperjuangkan Republik Indonesia di bawah pederalisme van Mook. Ia juga tokoh pejuang yang tuurt memberitakan kemerdekaan dan menderangar RI merdeka dari Belanda," ujarnya.

Tak hanya menjadi pendiri Majalah Republik saja, Zafry Zamzam juga menjadi pendiri Harian Kalimantan di mana dalam harian ini, ia tak segan memberitakan mengenai gereliya masyarakat Kalimantan melawan penjahah di bawah pimpinan Hasan Basri.

"Harian ini sering mengisahkan tentang perjuangan Hasan Basri dan masyarakat Kalimantan melawan penjajah. Harian ini bahkan dianggap mengganggu kepentingan NICA," bebernya.

Tak hanya menjadi pejuang, tokoh adat, tokoh pers, dan tokoh pendidikan saja, dibeberkan, Yulisliani, Zafry Zamzam juga menjadi tokoh politik yang terbukti sempat menjadi anggota MPRS.

"Saya sangat menginginkan dukungan segenap pihak rakyat Kalimantan Selatan dan pejabat Kalimantan Selatan agar Zafry Zamzam diusulkan sebagai pahlwan nasional dari Kalimantan Selatan," ajaknya.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved