Berita Nasional

Jokowi Perintahkan Ini Ke Panglima TNI dan Kapolri soal Pembunuhan 31 Pekerja Jembatan di Nduga

Presiden Jokowi memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengecek kejadian tersebut.

Jokowi Perintahkan Ini Ke Panglima TNI dan Kapolri soal Pembunuhan 31 Pekerja Jembatan di Nduga
tribunnews.com
Suasana saat Jokowi bersama para menteri dalam acara Tri Hita Karana di Sofitel Nusa Dua serangkaian dengan IMF WB Annual Meeting 2018, Kamis (11/10/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah mendapat kabar soal 31 pekerja pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Nduga, Papua, yang diduga dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Minggu (2/12/2018).

Dilansir Kompas.com, Presiden Jokowi memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengecek kejadian tersebut.

"Saya perintahkan tadi pagi ke Panglima dan Kapolri untuk dilihat dulu, karena ini masih simpang siur. Karena diduga itu. Karena sinyal di sana enggak ada. Apa betul kejadian seperti itu," kata Jokowi kepada wartawan di Gedung Bidakara, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Jokowi mengatakan, dirinya pernah mengunjungi kawasan Kabupaten Nduga, Papua. Wilayah itu memang masuk dalam zona merah alias berbahaya.

Baca: Sadis, 31 Pekerja Jembatan di Kabupaten Nduga Papua Diduga Dibunuh KKB Hanya Karena Lakukan Ini

Baca: Korban Tewas Bertambah Jadi 31 Orang, Pekerja Jembatan di Papua yang Diduga Dibunuh KKB

Jokowi juga menyadari bahwa pembangunan di tanah Papua memang ada kesulitan. Termasuk karena adanya gangguan dari kelompok bersenjata.

"Kita menyadari pembangunan di tanah Papua itu memang medannya sangat sulit. Dan juga masih dapat gangguan seperti itu," katanya.

Meski demikian, Jokowi menegaskan pembangunan di Papua terus berlanjut. Pembangunan Papua tidak akan terhenti karena kasus ini.

"Pembangunan ditambah di Papua, tetap berlanjut," katanya.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Papua AKBP Suryadi Diaz membenarkan informasi 31 orang pekerja dari PT Istaka Karya (BUMN) yang melakukan pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Kabupaten Nduga, tewas.

Diduga, 31 orang ini tewas dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Baca: 31 Pekerja Jembatan di Nduga Tewas Diduga Dibunuh KKB, Begini Reaksi Kepolisian

Baca: Pimpin Penyelidikan Tewasnya 31 Pekerja Jembatan di Nduga, Pangdam dan Kapolda Papua ke Lokasi

Ia merinci, 24 orang dibunuh pada hari pertama, kemudian 7 orang lainnya juga mengalami hal yang sama.

Sementara, satu orang belum ditemukan, diduga melarikan diri.

"Sebanyak 31 orang meninggal dunia, 24 orang dibunuh hari pertama, 8 orang yang selamatkan diri di rumah anggota DPRD dijemput, dan dibunuh 7 orang meninggal dunia. Satu orang belum ditemukan atau melarikan diri,” ujar Suryadi Diaz melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (3/11/2018) malam. (Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Instruksi Jokowi soal Kabar Penembakan 31 Pekerja Jembatan di Nduga"
(Penulis : Ihsanuddin/Kompas.com)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved