Berita Tanahlaut

Kapolsek Takisung Besuk Korban Luka Bakar Asal Desa Telaga Langsat

Memastikan kondisi korban luka bakar asal Desa Telaga Langsat, Iis Limbong Putri (26) dirawat di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Kapolsek Takisung

Kapolsek Takisung Besuk Korban Luka Bakar Asal Desa Telaga Langsat
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Kapolsek Takisung, Iptu Wasito membesuk Iis Limbong Putri, warga Desa Telaga Langsat di ruangan Intan kamar 8 kelas III RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Selasa (4/12/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Memastikan kondisi korban luka bakar asal Desa Telaga Langsat, Iis Limbong Putri (26) dirawat di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Kapolsek Takisung, Iptu Wasito membesuk Iis Limbong Putri di ruangan Intan kamar 8 kelas III bersama jurnalis di Tanahlaut.

Menurut Wasito, banyak informasi simpang siur dan foto Iis Limbong Putri di jejaring media sosial hingga viral.

"Saya sebagai Kapolsek Takisung yang punya wilayah hukum harus memastikan kondisi ibu Iis Limbong Putri ini agar jelas," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Selasa (4/12/2018).

Iptu Wasito menawarkan satu pintu rumah sewa miliknya untuk ditempati ibu dan keluarga Iis Limbong Putri jika ingin istirahat selama menemani putrinya di Pelaihari.

Baca: Sosok Kekasih Desy Ratnasari Pengganti Irwan Mussry, Desy Blak-blakan Sebut Cirinya, Orang Indonesia

Baca: Saat Nagita Slavina Khawatir Gempita Sendirian, ini yang Dilakukannya

Baca: Jokowi Tolak Penyataan Probowo Soal Anggapan Korupsi Indonesia seperti Kanker Stadium 4

"Saya punya rumah sewa kalau mau menginap. Lokasi tepat di belakang rumah sakit ini," katanya.

Kasus yang menimpa guru honorer SMPN 4 Takisung ini diakui Wasito menyedot perhatiannya.

Itu karena istrinya juga menanyakan kondisi Iis Limbong Putri.

"Istri saya pengawas sekolah di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanahlaut, termasuk sekolah Iis mengajar," katanya.

Ditanya posisi kasus Iis Limbong Putri, Wasito mengaku menunggu kesembuhan korban dan suaminya dari luka bakar yang diderita.

"Saya belum membuat laporan polisi untuk kasus ini. Belum semua pertanyaan penyidik dijawab Iis Limbong Putri karena kondisi sakitnya," katanya.

Untuk suaminya, sudah dimintai keterangan dan barang bukti pakaian korban dan mesin alat potong berisi bensin sudah diamankan, lanjutnya.

Mardiah, ibu kandung Iis Limbong Putri meminta agar insiden yang menimpa anak semata wayangnya itu diproses polisi.

"Sesuai harapan saya sebelumnya, saya ingin tetap peristiwa yang menimpa anak saya diproses hukum," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved