Berita Nasional

Menhan Ryamizard : Tak Ada Negosiasi, TNI Harus Tangani Pembunuhan 31 Pekerja Jembatan di Nduga

Pembunuhan sadis diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Nduga, Papua, terhadap 31 pekerja pembangunan jalan.

Menhan Ryamizard : Tak Ada Negosiasi, TNI Harus Tangani Pembunuhan 31 Pekerja Jembatan di Nduga
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
CEK ALUTSISTA - Menteri Pertahanan RI, Jendral TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu melakukan inspeksi alutsista milik Marinir di Lapangan Bhumi Marinir, Karangpilang saat kunjungan kerja, Selasa (13/12). Menteri Pertahanan berjanji mengganti tank dan penambahan persenjataan. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menilai, TNI harus turun tangan menangani pembunuhan 31 pekerja pembangunan jalan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12/2018), yang diduga dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)

Menurut Ryamizard, para pelaku adalah kelompok pemberontak atau separatis. Oleh sebab itu, kata dia, mereka harus ditindak secara tegas.

"Bagi saya tidak ada negosiasi. Menyerah atau diselesaikan. Itu saja," ujar Ryamizard di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Ryamizard mengatakan, kelompok bersenjata tersebut juga memiliki agenda politik, yakni memisahkan Papua dari Indonesia.

Baca: Jokowi Perintahkan Ini Ke Panglima TNI dan Kapolri soal Pembunuhan 31 Pekerja Jembatan di Nduga

Baca: Pimpin Penyelidikan Tewasnya 31 Pekerja Jembatan di Nduga, Pangdam dan Kapolda Papua ke Lokasi

Baca: 31 Pekerja Jembatan di Nduga Tewas Diduga Dibunuh KKB, Begini Reaksi Kepolisian

Ia menegaskan, TNI memiliki tugas pokok untuk menjaga kedaulatan, keutuhan dan keselamatan bangsa Indonesia.

"Mereka itu bukan kelompok kriminal tapi pemberontak. Kenapa saya bilang pemberontak? Ya kan mau memisahkan diri, (memisahkan) Papua dari Indonesia. Itu kan memberontak bukan kriminal lagi," tuturnya.

Pembunuhan sadis diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Nduga, Papua, terhadap 31 pekerja pembangunan jalan.

Sebanyak 31 orang tersebut merupakan pekerja BUMN PT Istaka Karya. Mereka bekerja untuk membuka isolasi di wilayah pegunungan tengah.

Lokasinya jauh dari ibu kota Nduga dan Kabupaten Jayawijaya yang terdekat dari wilayah pembangunan jembatan.

Informasi yang diterima dari berbagai sumber, para pekerja pembangunan jembatan itu diduga dibunuh lantaran mengambil foto pada saat perayaan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) oleh KKB tak jauh dari lokasi kejadian.

Baca: Sadis, 31 Pekerja Jembatan di Kabupaten Nduga Papua Diduga Dibunuh KKB Hanya Karena Lakukan Ini

Baca: Korban Tewas Bertambah Jadi 31 Orang, Pekerja Jembatan di Papua yang Diduga Dibunuh KKB

Baca: Jokowi Tolak Penyataan Probowo Soal Anggapan Korupsi Indonesia seperti Kanker Stadium 4

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved