Berita Balangan

Wisata AlamArung Jeram di Desa Nanai Tebing Tinggi Mulai Menggeliat, Warga Persiapkan Ini

Kabupaten Balangan khususnya Kecamatan Tebing Tinggi memiliki topografi yang cukup beragam. Mulai dataran, bukit-bukit hingga pegunungan.

Wisata AlamArung Jeram di Desa Nanai Tebing Tinggi Mulai Menggeliat, Warga Persiapkan Ini
istimewa
Pelatihan Dasar Arung Jeram dan Pengelola Wisata Air langsung Praktek ke Lapangan kawan-kawan Pokdarwis Karang Bintang Desa Ajung, pelatihan ini diberikan karena saat ini cukup banyak masyrakat yang berkunjung ke desa nanai untuk arung jeram. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kabupaten Balangan khususnya Kecamatan Tebing Tinggi memiliki topografi yang cukup beragam. Mulai dataran, bukit-bukit, hingga pegunungan.

Hal itu membuat daerah tersebut mempunyai banyak keindahan alam yang sangat berpotensi untuk dijadikan objek wisata alam.

Nuansa alam eksotis yang didukung kondisi hidrologis yang masih alami semakin menyejukkan suasana. Keindahan itulah yang memanjakan mata saat tiba di salah satu anak desa Ajung yang terletak yaitu Nanai, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, di desa tersebut ada potensi sungai yang sangat bagus dikembangkan untuk arung jeram dan saat ini mulai digarap oleh masyarakat.

Warga setempat, Sandi kepada banjarmasinpost.co.id, Selasa (4/12/2018) mengatakan, untuk menuju Desa Nanai dari ibukota Kabupaten Balangan, Paringin, memang diperlukan waktu yang cukup panjang, yaitu sekitar 2 jam perjalanan dengan tujuan Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi.

Baca: Saksikan Sabyan Gambus, Ribuan Penonton Rela Hujan-hujanan di Area Tanjung Expo Center

Baca: Respons Desy Ratnasari Atas Pernikahan Maia Estianty dan Irwan Mussry, Sebut Pria Ini Sabar dan Baik

Baca: Link 104 Instansi! Pengumuman Hasil Tes SKD & Jadwal Tes SKB CPNS 2018, Cek Juga sscn.bkn.go.id

Baca: Sadis, 31 Pekerja Jembatan di Kabupaten Nduga Papua Diduga Dibunuh KKB Hanya Karena Lakukan Ini

"Sesampai di Desa Ajung, kendaraan bisa dititipkan di tempat-tempat yang disediakan oleh Pokdarwis Karang Bintang, sekarang perjalanan dimulai dari Desa Ajung menuju anak Desa yaitu Nanai," ujarnya.

Menurutnya, dahulu perjalanan dilakukan dengan jalan kaki dengan jarak tempuh sekitar 3 jam lebih, namun alhamdulillah sekarang badan jalan sudah terbuka sehingga kendaraan roda 2 bisa sampai ke sana dengan catatan kendaraan roda 2 khusus sejenis trail.

"Kini segala keindahan dan potensi wisata yang ditawarkan anak Desa Nanai sudah mulai bisa kita nikmati bahkan untuk semua orang. Sebab, sekarang promosi-promosi wisata sudah mulai mudah dilakukan melalui media sosial, baik media elektronik maupun media lainnya,"

Pelatihan Dasar Arung Jeram dan Pengelola Wisata Air langsung Praktek ke Lapangan kawan-kawan Pokdarwis Karang Bintang Desa Ajung.
Pelatihan Dasar Arung Jeram dan Pengelola Wisata Air langsung Praktek ke Lapangan kawan-kawan Pokdarwis Karang Bintang Desa Ajung. (ist)

Lebih lanjut disebutkannya, kini warga diberi dukungan moril dan materiil berupa peralatan Perahu Karet serta pelatihan dasarnya, sehingga potensi mendatangkan wisatawan yang lebih banyak sangat terbuka.

"Alhamdulillah perekonomian masyarakat sekitar juga mulai terdongkrak," ungkapnya.

Baca: Prediksi Susunan Pemain Persita vs Kalteng Putra Perebutan Juara 3 Liga 2018 - Live Streaming TVOne

Baca: Ini Sosok Achmad Hulaefi, Calon Suami Lindswell Kwok yang Mualaf, Atlet Wushu dan Pengusaha

Baca: Reaksi Hotman Paris pada Pengacara yang Nyinyir, Pamer Prestasi di Instagram, Sindir Farhat Abbas?

Baca: 10 Fakta Lindswell Kwok, Peraih Emas Wushu Asian Games 2018 yang Mualaf dan Kini Berhijab

Masih menurutnya, dari semua sungai yang biasa digunakan sebagai sarana olahraga bamboo rafting yang pernah ditemui dan kunjungi di daerah lain di Kalimantan Selatan, sungai Nanai ini mempunyai arus yang luar biasa, lebih memacu adrenalin.

"Cocok buat mereka yang menyukai olahraga arung jeram. Sangat berpotensi untuk dikembangkan," ujar Sandi yang juga merupakan tokoh pemuda di Kecamatan Tebing Tinggi.

Selain itu, keindahannya yang juga bisa dinikmati adalah selama perjalanan pulang dengan menggunakan lanting bambu, pemandangan alam hijau yang diselingi sinar matahari pagi yang menembus sela-sela dedaunan plus embun membuat pengunjung ingin kembali lagi. (banjarmasinpost.co.id/muhammad elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved