NH Dini Meninggal

Ini Deretan Novel Karya NH Dini, Sastrawan yang Meninggal Karena Kecelakaan

Ini Deretan Novel Karya NH Dini, Sastrawan yang Meninggal Karena Kecelakaan

Ini Deretan Novel Karya NH Dini, Sastrawan yang Meninggal Karena Kecelakaan
(KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA)
Selagi daya ingat masih kuat, novelis Nh Dini bertekad terus menulis hingga akhir hayat. Karena itu, setiap tahun selalu ada novel baru yang ditulisnya. Saat merayakan ulang tahunnya yang ke-76 pada 29 Februari, misalnya, dia meluncurkan karya terbarunya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Deretan novel karya NH Dini, sastrawan Indonesia yang meninggal dunia karena kecelakaan.

NH Dini meninggal dunia karena kecelakaan pada  Selasa (4/12/2018) sore.

Selain yang dikenal sebagai seorang sastrawan Indonesia ternyata NH Dini adalah ibunda dari Pierre Coffin, sutradara sekaligus pencipta karakter Minion di film Depicable me.

Dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (05/12/2018) semasa hidup, Dini dikenal sebagai sosok pecinta dan pejuang feminisme.

Wanita bernama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin ini sudah menerbitkan 20 buku karya feminisme.

Karya NH Dini sedikit berbeda dengan karya pengarang fenimisme lainnya.

NH Dini kerap mengangkat masalah isu fenimisme, sorotan tokoh perempuan terhadap prasangka gender serta bagimana idealnya perempuan dalam novelnya.

Karya NH Dini yang paling laris dan banyak diminati adalah karya yang berjudul 'Pada Sebuah Kapal'.

Dini membuat sosok Sri sebagai perempuan yang tangguh dan cerdas.

Novel yang menceritakan kehidupan sosok perempuan yang berprofesi sebagai penyiar radio yang ingin menjadi pramugari.

Namun karena sakit, ia gagal dalam tes sebagai pramugari, cerita Sri pun berlanjut hingga kehidupan percintaannya setelah mengenal teman dengan latar belakang penerbangan.

Dilansir dari Wikipedia, karya Dini lain yang juga terkenal adalah La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), belum termasuk karya-karyanya dalam bentuk kumpulan cerpen, novelet, atau cerita kenangan.

Sedangkan karya terbaru Dini yang berjudul 'dari Parangakik ke Kamboja (2003), ia mengangkat kisah bagaimana perilaku seorang suami terhadap istrinya.

Atas semua karyanya, Dini raih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand (2003).

Selain itu Dini juga peroleh Hadiah Seni untuk Sastra dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1989), Bhakti Upapradana Bidang sastra dari Pemerintah daerah Jawa Tengah (1991), Hadiah Francophonie (2008), dan Achmad Bakrie Award bidang Sastra (2011).

Meski mendapat banyak penghargaan, NH Dini sempat mengaku dirinya hanya seorang pengarang yang menuangkan realita kehidupan, pengalaman pribadi, dan kepekaan terhadap lingkungan.

NH Dini meninggal dunia setelah menjadi satu di antara penumpang dari kendaraan yang terlibat kecelakaan di ruas Jalan Tol Tembalang Kilometer 10, Kota Semarang, Selasa (04/11/2018).

Truk yang ditabrak kendaraan yang ditumpangi NH Dini terguling di tol Kota Semarang, Selasa (4/11).
Truk yang ditabrak kendaraan yang ditumpangi NH Dini terguling di tol Kota Semarang, Selasa (4/11). (istimewa)

NH Dini meninggal setelah mendapat luka pada kepala dan kaki kanan.

Ia sempat dirawat di RS Elisabeth Semarang sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Dilansir dari Kompas.com, jenazah saat ini masih berada di kamar jenazah RS Elisabeth Semarang.

Kepala Humas RS Elisabeth, Probowati Condronegoro membenarkan bahwa NH Dini tutup usia. Dijelaskan, dia meninggal akibat kecelakaan di tol Semarang.

"Beliau meninggal dunia pukul 16.30 WIB saat berada di IGD rumah sakit Elisabeth," ujarnya.

Lebih lanjut Probo menjelaskan jika NH Dini sebelumnya memang rutin jalani program akupuntur atau tusuk jarum.

Namun, saat melewati turunan Gombel, mobil yang dikendarai tertimpa muatan truk yang ada di depannya.

"Mobil yang dikendarai mengalami kecelakaan. Lalu korban dibawa ke IGD untuk diperiksa MRI," tambahnya. Saat ini jenazah masih disucikan di RS Elisabeth untuk disemayamkan di Wisma Lansia Harapan Asri.

Direncanakan Rabu (5/12/2018) pukul 12.00 WIB akan dikremasi di pemakaman Kedungmundu Semarang.

Sebelum meninggal dunia, NH Dini tinggal di Panti Werdha Langen Wedharsih Ungaran.

(banjarmasinpost.co.id/noor masrida)

Penulis: Noor Masrida
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved