Berita Hulu Sungai Tengah

Pengemudi Mobil dan Motor Dilarang Pakai Sirine dan Rorator, Ini Alasannya

Pemilik mobil angkutan umum maupun pribadi, serta kendaraan bermotor roda dua dilarang memasang sirine dan rorator.

Pengemudi Mobil dan Motor Dilarang Pakai Sirine dan Rorator, Ini Alasannya
Hanani
Anggota Satlantas POlres Hulu Sungai Tengah, saat sosialisasi larangan menggunakan rorator dan sirine pada mobil dan kendaraan bermotor roda dua dengan mencegat pengemudi yang lewat dan membagikan buku petunjuk kselematan berlalu lintas untuk pengemudi, Rabu (5/12/2018) di depan Poslantas Dwiwarna Barabai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pemilik mobil angkutan umum maupun pribadi, serta kendaraan bermotor roda dua dilarang memasang sirine dan rorator.

Larangan yang diatur UU Lalulintas Nomor 22 Tahun 1999 tersebut kembali di sosialisasikan Satlantas Polres Hulu Sungai Tengah, ke masyarakat, Rabu (5/12/2018).

Unit Pendidikan Masyarakat dan Rekayasa Lalu (Dikyasa) lintas, Satlantas Polres HST melakukan sosialiasi melaui spanduk serta pembagian buku petunjuk keselamatan berlalu lintas untuk pengemudi di depan Poslantas Dwiwarna.

Kasat lantas Polres HST, AKP Rochim melalui Kepala Unit Dikyasa, Bripka Syahruji kepada banjarmasinpost.co.id menjelaskan, larangan tersebut terus disosialisasikan, karena saat ini ditemukan mobil yang memasang sirine, menyerupai mobil ambulans, mobil patwal dan mobil pemdam kebakaran.

Baca: Live Streaming PSMS Medan vs PS Tira Laga Tunda Pekan 25 Liga 1 2018 via Live Streaming Vidio.com

“Padahal yang boleh menggunakan sirine untuk mobil tersebut hanya untuk kepentingan hal yang kami sebutkan tadi,” kata SYahruji.

Selain itu, pelanggaran lainnya yang sering ditemukan adalah penggunaan lampu rorator atau sering disebut strobo yang tak dibolehkan sembarangan digunakan saat dijalan raya, karena cahayanya yang tak standar lampu umumnya, bisa mengganggu pengemudi lain.

Baca: SESAAT LAGI! Live Streaming RCTI PSCS Cilacap vs Persib Bandung Babak 64 Besar Piala Indonesia

Untuk itu, disosialissikan lagi, dan jika ditemukan setelah diberitahu melalui imbauan, akan dikenakan tilang, berdasarkan UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 1999, pasal 287 ayat 4 junto pasal 59 dan pasal 106 ayat 4 huruf f atau pasal 134. Ancaman pidananya kurungan satu bulan, denda Rp 250 ribu.

“Pelanggaran pertama, STNK dan SIM disita, pelanggan kedua, mobil maupun kendaraan bermotornya ikut disita,”kata Syahruji yang hari ini memimpin kegiatan sosialisasi dan pembagian buku petunjuk keselamatan berlalu lintas untuk pengemudi.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Link Live Streaming MNC TV Timnas Futsal Indonesia vs Vietnam Piala AFC U-20

Dijelaskan, banyak yang belum memahami aturan dan batasan penggenaan lampu rorator dan sirine tersebut dengan ditemukannya pelanggaran terkait hal tersebut.

Begitu pua dengan mereka yang memodifikasi mobil atau kendaraan bermotornya, aksesoris yang oleh penggunanya bertujuan agar kendaraannya tampil menarik justru melanggar aturan berlalu lintas.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved