Breaking News:

Berita Banjar

Guru Honorer Sertifikasi Sampai Berhutang Karena Belum Digaji, Begini Kondisinya

Guru Honorer Sertifikasi Sampai Berhutang Karena Belum Digaji, Begini Kondisinya

Penulis: | Editor: Rendy Nicko
banjarmasin post group/ hasby suhaily
Kantor Kemenag Kabupaten Banjar, Kamis (6/12/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -  Guru honorer yang sudah sertifikasi di Martapura Kabupaten Banjar waswas.

Pasalnya sudah tujuh bulan honorer sertifikasi mereka belum dibayarkan, namun tidak berani menanyakan langsung kepala Kemenag Kantor Kabupaten Banjar.

Diungkapkan seorang guru honorer sertifikasi di sebuah Madrasah di Sekumpul, para guru honor sertifikasi sudah diwanti-wanti permasalahan ini jangan sampai bocor ke media massa. Namun dirinya memberanikan diri, sentan minta identitas dirahasiakan.

“Mulai Juli sampai Desember belum dibayar. Padahal untuk membiayai kebutuhan hidup, karena belum dibayarkan hingga tujuh bulan terpaksa berhutang,” katanya, Kamis (6/12/2018).

Baca: Tak Hanya Sekali, Gisella Anastasia Berkali-kali Minta Cerai ke Gading Marten, Cris : Lebih Sekali

Baca: Kisah Pemain Asing yang Ingin Pukul Wasit Laga PSMS Medan vs PS Tira Liga 1 2018, Berkata Kasar

Baca: Gempa Bumi 5,7 SR Guncang Lombok, Warga Berhamburan ke Luar Rumah, Anak TK Menangis

Baca: Bilik Asmara Bertarif Rp 650 Ribu Dikelola Suami Inneke Koesherawati, Jaksa KPK : Istimewa

Baca: Penumpang Pesawat Lion Air JT 311 dari Banjarmasin Alami Gangguan Nafas, Ketua IDI Kalsel Sigap

Dirinya pun balik bertanya, apakah ada dugaan bahwa honor guru di madrasah sertifikasi tidak dicairkan karena didepositokan. Menurutnya kalau benar dugaan tersebut, maka siapa yang mengambil keuntungannya.

Guru Madrasah Tsanawiyah di Martapura yang juga minta namanya tidak dikorankan menyebutkan bahwa sebagai guru honor non inpasing dirinya juga belum menerima honor tersebut. Besarannya setiap bulan adalah Rp 1,5 juta.

“Sepengetahuan saya ini dari Kemenag Kantor Kabupaten Banjar. Sementara belum dibayar, maka untuk menutupi kebutuhan hidup dari hasil berjualan nasi,” katanya.

Dirinya bersyukur walau telat tetapi tidak sampai berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dikarenakan ada tambahan luaran dari hasil berjualan nasi tersebut.

“Mudah-mudahan segera cair. Kalau tahun lalu dicairkan setiap akhir tahun kalau lamanya tertahan atau belum cair seingat saya delapan bulan,” imbuhnya.

Guru honor yang juga sertifikasi non inpasing yang juga minta namamya tidak dikorankan sangat mengharapkan honor non inpasing tersebut bisa dibayarkan. Honor tersebut juga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved