Liga 1 2018

Jelang Persija Jakarta Vs Mitra Kukar Liga 1 2018, Rahmad Darmawan Mengaku Pernah Ditawari 1,5 M

Jelang Persija Jakarta Vs Mitra Kukar Liga 1 2018, Rahmad Darmawan Mengaku Pernah Ditawari 1,5 M

Jelang Persija Jakarta Vs Mitra Kukar Liga 1 2018, Rahmad Darmawan Mengaku Pernah Ditawari 1,5 M
tabloid bola
Mantan pelatih timnas Indonesia, Rahmad Darmawan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jelang laga Persija Jakarta vs Mitra Kkar Liga 1 2018, pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan, mengaku bahwa ia sempat ditawarkan untuk melakukan match fixing atau pengatran skor ketika menangani Sriwijaya FC pada tahun 2009.

Rahmad Darmawan menceritakan bahwa kejadian itu terjadi saat Sriwijaya FC melakoni pertandingan melawan klub asal China, Shandong Luneng, pada laga penyisihan Grup F Liga Champions Asia di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, 20 Mei 2009.

Rahmad Darmawan menerima telepon dari sosok yang tidak dikenal olehnya sebelum pertandingan.

Dalam percakapan itu, pria yang akrab disapa RD diiming-imingi uang sebesar Rp 1,5 miliar agar mengalah dari Shandong Luneng.

Baca: Link Live Streaming O Channel PSM Makassar Vs PSMS Medan Liga 1 2018, Robert Rene Ingat Suporter

Baca: Link Live Streaming Vidio.com Arema FC Vs Sriwijaya FC Liga 1 2018 Live UseeTV Jam 15.30 WIB

Baca: Link Live Streaming MNC TV Timnas Indonesia vs Thailand Kualifikasi Piala AFC U-20 Futsal 2018

Baca: Lindswell Kwok dan Achmad Hulaefi Menikah Hari Ini Minggu (9/12), Ibu Lindswell Marah Besar

“Pernah satu kali saat saya masih di Sriwijaya FC dan melawan Shandong Luneng di Palembang,” kata RD.

“Waktu itu kami memang sedang telat gajian setengah bulan dan mereka menawarkan membayar uang senilai tunggakan gaji itu sekitar Rp 1,5 miliar,” kata RD menambahkan.

Mantan pelatih timnas Indonesia itu mengaku orang yang menawari pengaturan skor tersebut berasal dari Indonesia.

Orang tersebut dikatakan RD memiliki kedekatan dengan manajemen Shandong Luneng.

RD pun menjelaskan bahwa ia diminta agar Sriwijaya FC kalah oleh Shandong Luneng.

Pria asal Lampung itu tidak mau menerima tawaran tersebut dan Sriwijaya FC meraih kemenangan dari Shandong Lunengdengan skor 4-2.

“Orang yang menelepon saya minta ketemu, tetapi saya tidak mau. Lalu, ia menelepon lagi dan meminta kami kalah,” kata RD.

“Waktu itu memang pertandingan tersebut tidak berpengaruh kepada kami, tapi alhamdulillah kami menang 4-2 dan membuat Shandong Luneng gagal lolos fase grup dan digeser oleh tim asal Korea Selatan, Seoul FC,” kata RD.

RD juga mengaku bahwa ia langsung berkomunikasi dengan manajemen Sriwijaya FC terkait permintaan pengaturan skor tersebut.

Mantan pelatih Arema Indonesia itu juga menjelaskan kepada pemainnya bahwa jangan sampai kalah melawan Shandong Luneng.

“Shandong Luneng sempat unggul dulu, saya kaget dan takut ada anggapan macam-macam. Tapi alhamdulilah kami bisa menang,” kata RD.(Bolasport)

Editor: Restudia
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved